-->

Kaum Milenial Indonesia Wilayah Tapanuli Utara Akan Gelar Webinar Bertajuk Polemik Wacana Universitas Negeri Tapanuli Raya

Editor: mediaselektif.com author photo
MEDIASELEKTIF.COM - Dosen, Guru Besar, Founder and Director ID Next Leader, Bupati Tapanuli Utara, Direktur Kelembagaan Kemendikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi hingga Kementerian Agama RI Dirjen Bimas Kristen akan mengisi Webinar Kaum Milenial Indonesia Wilayah Tapanuli Utara

Doni Rahmadi Butarbutar saat menyampaikan keterangan persnya pada Senin (14/9/2020) kepada Mediaselektif.com mengatakan Wacana pendirian Universitas Tapanuli Raya sudah digaungkan oleh Pemerintah. Maka sebagai kaum milenial yang melek atas informasi, beberapa kelompok anak muda sudah mulai menyuarakan pendapat mereka. Mereka melihat hal ini sangat baik adanya untuk perkembangan perekonomian dan sosial dari Kabupaten Tapanuli Utara.

Wacana yang terbangun di Kabupaten Tapanuli Utara saat ini adalah bagaimana sebenarnya potensi sebuah Institut Agama Kristen Negeri Tarutung (IAKN) untuk mengembangkan sumber daya dan potensinya dalam melebarkan sayap menjadi sebuah Universitas.

Maka perlu dengan ini kita kembali melakukan diskusi terkait bagaimana potensi pendirian UNTARA dan seperti apa Analisis SWOT terkait Pendirian UNTARA tersebut. Selasa 15 September 2020 kita akan menggelar Webinar yang bertajuk Polemik Wacana Universitas Negeri Tapanuli Raya, ini waktunya kita bersama memikirkan masa depan pendidikan Tapanuli Raya,  Drs. Nikson Nababan, M.Si (Bupati Tapanuli Utara), Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI,  Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU Bapak Drs. Murbanto Sinaga, MA, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik USU Prof. Dr. Marlon Sihombing MA dan  Hokkop Situngkir, S.T,. Ir Founder and Executive Director ID Next Leader akan hadir di Webinar kita, jadi sayang Webinar ini untuk di lewatkan, mari kita bergabung bersama di Zoom Meetings pada Selasa agar kita bisa petakan masa depan pendidikan tinggi di Tapanuli Raya ini.

Parno Mahulae Direktur Eksekutif Kaum Milenial Indonesia juga menyampaikan keterangan terkait Webinar yang akan diselenggarakan Kaum Milenial Indonesia Wilayah Tapanuli Utara.

"Kita sangat apresiasi dan dukung upaya yang dilakukan rekan-rekan Kaum Milenial Indonesia Tapanuli Utara, ini merupakan langkah yang baik menyambut wacana Universitas Negeri Tapanuli Raya.

Kita berharap agar universitas berdiri di kawasan Tapanuli Raya agar dapat mengembangkan SDM di Tapanuli Raya.

Dengan pendirian universitas ini akan semakin banyak generasi muda di kawasan tapanuli semakin cerdas, yang nantinya akan berdampak terhadap kemajuan kawasan Tapanuli Raya

Senada dengan Parno, Drs. Murbanto Sinaga, MA yang merupakan Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU juga menyampaikan peranan pendidikan terhadap pengembangan wilayah Tapanuli memiliki peranan sangat penting,  Sejak dahulu kesadaran penduduk daerah Tapanuli sangat tinggi terhadap  pentingnya peranan Pendidikan untuk mengubah masa depan anak-anak atau keturunan mereka menjadi lebih.

Banyak syair lagu-lagu batak yang mengisyaratkan betapa perlunya bersekolah setinggi-tingginya. Salah satu penggalan syair lagu yang paling populer sepanjang masa : Na ingkon marsingkola do satimbo-timbona, singkap ni natolap gogokhi.

Ironisnya setelah puluhan tahun Indonesia merdeka, sampai sekarang tak ada satu universitas negeri pun yang terdapat di Tapanuli atau di seluruh Kawasan Danau Toba yang penduduknya mayoritas orang Batak yang sangat menyadari pentingnya Pendidikan.

Hari Selasa tanggal 15 September 2020 akan dilaksanakan kegiatan Webinar dengan topik” Polemik Wacana Universitas Negeri Tapanuli Raya.  Topik yang terkait dengan kebutuhan Lembaga Pendidikan Tinggi sekawasan Tapanuli. 

Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi kita semua untuk berpartisipasi memberikan sumbang saran yang konsruktif  untuk memajukan penduduk  generasi muda sekawasan Tapanuli Raya agar mempunyai kesempatan yang lebih besar lagi menuntut ilmu di  Perguruan Tinggi Negeri dengan biaya yang lebih ekonomis, tutupnya.(Rel/MSC)
Share:
Komentar

Berita Terkini