-->

Pembangunan Jalan Rabat Beton Dengan Dana Desa di Desa Damuli Kebun Terkesan Asal Jadi

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Pembangunan jalan rabat beton dengan volume 2 X 75 meter yang menggunakan Dana Desa Rp : 35,843,755,- (tiga puluh lima juta delapan ratus empat puluh tiga ribu tujuh ratus lima puluh lima rupiah) di Desa Damuli Kebun Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) terkesan di kerjakan asal jadi. 

Hal ini diketahui saat awak media melakukan investigasi bersama rekan - rekan di Desa Damuli Kebun Jumat (09/07/2021) tampak pada pengerjaan yang sudah selesai di kerjakan ketebalan coor-cooran pada jalan rabat beton tersebut tidak merata bahkan ada yang ketebalannya hanya 8 (delapan) cm saja,  dan ada lagi bagian jalan yang baru saja selesai di kerjakan sudah mengalami kerusakan seolah olah pengerjaan jalan tersebut tidak mendapatkan pengawasan dari Pelaksananya yakni Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa itu sendiri, dan di duga ada permainan pengurangan Volume yang di lakukan secara kaloborasi.

Ketika hal ini di pertanyakan kepada Kepala Desa (Kades) Damuli Kebun Nurakal Nainggolan melalui pesan WhastApp di nomornya 0812 6022 XXXX Nurakal mengatakan kalau menurut laporan pekerjanya pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan aturan - aturan, "Menurut laporan pekerja pembangunan jalan tersebut bahwasanya pekerjaan tersebut sudah sesuai aturan Pak" jawab Kades Nurakal singkat membalas pesan WhastApp awak media. 

Ketika temuan ini disampaikan kepada salah seorang warga masyarakat Kecamatan Kualuh Selatan Sofyan lalu dan memberikan komentarnya.

"Sudah tidak zamannya lagi proyek proyek yang dikelola dengan nilai hasil cacat mutu karena hal seperti itu sangat menyakitkan hati masyarakat meskipun mereka banyak diam, melihat kondisi bangunan jalan coor beton yang cacat mutu yang telah kami survei di lapangan menjadi nilai buruk terhadap keberadaan Kades Nurakal Nainggolan yang terkesan tidak menggunakan akal untuk membangun dengan anggaran uang rakyat, yang pasti cermin buruk kepemimpinan Kades Nurakal,  ini akan menjadi tolak ukur kelayakannya untuk di minati memimpin Desa di masa yang akan datang.

"Kita akan tetap menindaklanjuti temuan ini hasil kerja Kades, yang kecil begini saja menuai masalah, bagaimana lagi kalau menggunakan anggaran anggaran yang besar di APBdes seperti Dana BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Pemberdayaan dan hal lain yang akan kita soroti ke mana saja penggunaannya,"ungkap Sofyan serius dan terkesan kecewa.(MN/MSC)

Share:
Komentar

Berita Terkini