Aksi Kemanusiaan Relawan Cilik Medan, Mendongeng Untuk Anak Korban Banjir Aceh Tamiang

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM  - Ribuan anak korban bencana banjir di Aceh Tamiang hingga kini masih menyimpan harapan untuk kembali menjalani kehidupan normal. 

Harapan itu hadir melalui aksi kemanusiaan para relawan yang tergabung dalam Relawan Medan Bergerak, yang turun langsung ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan sekaligus memberikan trauma healing bagi anak-anak terdampak.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di beberapa titik pengungsian, yakni Posko Sumur Cincin Kampung Durian dan Posko Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Salah satu relawan cilik asal Medan, Memey (10), mengungkapkan bahwa kegiatan ini berangkat dari rasa kepeduliannya melihat kondisi anak-anak pascabanjir. Menurutnya, selain bantuan logistik, anak-anak juga membutuhkan kebahagiaan, hiburan, serta perhatian agar mampu bangkit dari trauma.

“Memey bersama teman-teman relawan tidak hanya berbagi logistik, tetapi juga kebahagiaan. Anak-anak sangat membutuhkan hiburan dan perhatian setelah mengalami banjir,” ujar Memey Senin (19/1/2026).

Memey menjelaskan, bersama para relawan dari Medan, mereka membawa berbagai bantuan untuk para pengungsi, khususnya anak-anak.

“Bersama kakak-kakak Relawan Medan, Memey membawa bantuan seperti 100 tas sekolah, 30 lusin buku tulis, alat tulis, 100 mainan anak laki-laki dan perempuan, 60 dus susu, telur rebus, sembako, pakaian, hingga 300 boks burger untuk dibagikan kepada saudara-saudara Memey di posko pengungsian,” ungkapnya.

Tak hanya menyalurkan bantuan logistik, para relawan juga menghadirkan kegiatan Pohon Harapan sebagai media sederhana bagi anak-anak pengungsi untuk menuliskan mimpi dan cita-cita mereka ke depan. Kegiatan trauma healing menjadi agenda utama dalam aksi sosial tersebut.

Berbagai permainan edukatif digelar untuk menghibur anak-anak, disertai pembagian tas sekolah dan buku tulis guna membangkitkan kembali semangat belajar mereka yang sempat terhenti akibat bencana.

Memey juga turut membawakan dongeng sederhana untuk menghibur anak-anak pengungsi. Suasana penuh keceriaan pun terlihat, dengan tawa dan tepuk tangan anak-anak setiap kali cerita disampaikan.

“Di sana Memey juga membawa dongeng untuk anak-anak pengungsi. Mereka senang sekali. Setelah itu, Memey membagikan banyak mainan seperti mobil-mobilan dan boneka untuk anak-anak perempuan,” katanya.

Di akhir kegiatan, Memey berharap kehadirannya bersama para relawan dapat membawa manfaat dan semangat baru bagi anak-anak Aceh Tamiang.

“Memey berharap, dengan membawa permainan dan hadiah kecil, anak-anak pengungsi bisa kembali tersenyum dan tumbuh lebih kuat menghadapi hari-hari ke depan pascabanjir bandang,” tutupnya.(Rel/MSC)

Share:


Komentar

Berita Terkini