Dari Balik Jeruji Menuju Jalan Ilahi, Kisah Warga Binaan Lapas Menghafal Al Qur’an

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Suasana haru terasa dalam bimbingan rohani yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sarwedi Gultom, saat memberikan pembinaan spiritual kepada para warga binaan yang mengikuti kegiatan keagamaan di Lapas Kelas II B Kota Tebing Tinggi, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan agar tetap memiliki semangat memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. Momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui tausyiah dan bimbingan keagamaan yang disampaikan dalam suasana penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Sarwedi Gultom memberikan perhatian khusus kepada salah seorang warga binaan bernama Mirhamuddin Saragih. Ia memberikan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan Mirhamuddin dalam mendalami ajaran Islam selama menjalani masa pembinaan di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi.

Dengan tutur kata yang tulus dan polos, Mirhamuddin Saragih mengungkapkan bahwa justru di dalam lapas, dirinya mulai mengenal dan mendalami nilai-nilai Islam dengan lebih serius. Ia mengaku banyak belajar memperbaiki ibadah serta memahami ajaran agama yang sebelumnya belum begitu ia dalami.

“Di sinilah saya mulai benar-benar belajar agama. Saya belajar membaca Al-Qur’an, memperbaiki ibadah, dan memahami arti kehidupan,” ungkap Mirhamuddin di hadapan para peserta bimbingan rohani.

Kesungguhan Mirhamuddin tidak berhenti sampai di situ. Berkat ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, ia kini dipercaya menjadi imam di masjid Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Selain itu, ia juga telah berhasil menghafal Juz 30 Al-Qur’an, sebuah capaian yang membanggakan bagi dirinya dan juga bagi para pembimbing rohani di lapas tersebut.

Sarwedi Gultom menyampaikan bahwa perubahan positif seperti ini merupakan bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Ia berharap kisah Mirhamuddin dapat menjadi inspirasi bagi warga binaan lainnya untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Menurutnya, pembinaan rohani memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kesadaran spiritual para warga binaan. Melalui pendekatan keagamaan, diharapkan mereka mampu menemukan kembali makna hidup serta memiliki tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Pemberian hadiah sederhana kepada Mirhamuddin Saragih menjadi simbol penghargaan atas perjuangan dan perubahan yang telah ia lakukan. Momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap usaha menuju kebaikan selalu layak untuk diapresiasi.

Kegiatan bimbingan rohani yang berlangsung di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi itu pun ditutup dengan doa bersama. Harapannya, para warga binaan dapat terus memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran berharga untuk menata masa depan yang lebih baik.(Rel/MSC)

Share:


Komentar

Berita Terkini