MEDIASELEKTIF.COM - Dua orang kakak adik calon jamaah haji asal Kota Medan yang berasal dari KBIHU Al-Muktar, berangkat haji tahun ini, menggantikan kedua orang tua yang sudah wafat.
Kedua kakak adik ini tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 3 asal Kota Medan, terlihat haru saat menceritakan perjuangan keduanya untuk berangkat haji menggantikan kedua orang tua yang sudah meninggal dunia.
Kedua kakak adik yang bernama Putri Ridhotul Jannah (29 tahun) nomor manifest 146 dan Musfira Quratul Aini (27 tahun) nomor manifest 147 yang beralamat di Jalan Santun Medan.
Kepada media, keduanya menceritakan perjuangan mereka agar dapat melanjutkan niat berhaji kedua orang tuanya, qadarullah keduanya telah wafat sebelum menunaikan haji tahun ini. Diceritakan Putri, sempat terbersit niat untuk membatalkan niat berhaji kedua orang tua yang sudah wafat, namun atas saran dan nasehat dari staf Kementerian Agama Medan Seksi Pelayanan Haji (sebelum berpisah menjadi Kementerian Haji dan Umroh) akhirnya kedua kakak adik ini mantap menunaikan rukun Islam kelima ini sebagai pengganti kedua orang tua yang sudah wafat.
"Awalnya ada niat untuk membatalkan keberangkatan haji orang tua kami yang sudah almarhum dan almarhumah, namun atas saran dan nasehat staf urusan haji Kantor Kementerian Agama Medan waktu itu, akhirnya kami berdua mantap berhaji menggantikan kedua orang tua yang sudah meninggal,"ujar Putri sambil sedih haru menceritakan perjuangan keduanya agar bisa berangkat haji kepada Media, Kamis (23/4/2026) saat berada di Asrama Haji Medan bersiap untuk berangkat malam ini menuju tanah suci.
Hal lain di tambahkan Musfira, perjuangan untuk melanjutkan niat berhaji kedua orangtuanya penuh tantangan terkait Administrasi dan perubahan data calon jamaah haji, semuanya mereka urus sendiri, bahkan nyaris mematahkan semangat kedua, disebabkan urusan administrasi yang cukup panjang, namun semua itu ada jalan sehingga keduanya bisa berangkat tahun ini.
"Awalnya ada niat membatalkan keberangkatan disebabkan urusan administrasi yang cukup panjang dan melelahkan, namun karena didorong niat berhaji kedua orang tua yang sudah wafat, alhamdulillah semuanya berjalan baik dan dukungan pihak Kementerian Agama (sebelum berganti) akhirnya kami berdua bisa berangkat tahun ini menggantikan ayah dan ibu yang sudah wafat,"ucap Fira sambil berucap lirih.
Menurut kedua kakak adik ini, kedua orangtuanya sudah mendaftar haji dari tahun 2012 lalu, dan pada tahun 2020 ayah meninggal dunia disebabkan terkena covid 19 dan tahun berikutnya di susul ibunya juga wafat.
"Almarhum ayah dan ibu sudah mendaftar haji sejak tahun 2012, namun pada tahun 2020 ayah terlebih dahulu meninggal dunia dikarenakan covid 19 dan tahun berikutnya ibu juga meninggal karena sakit,"ucap Putri.
Anak pasangan almarhum Ardiansyah dan almarhumah Yusnaini ini, berharap haji yang mereka lakukan diniatkan bagi kedua orang tua, dan berharap menjadi haji yang mabruroh serta mengalir pahala buat kedua orang tua.
"Saat tiba di tanah suci hal pertama yang kami lakukan yaitu umroh untuk kedua orang tua karena usaha dan niat keduanya kami bisa berangkat melanjutkan niat berhaji dan doa terbaik kami panjatkan kehadirat Allah SWT untuk mereka,"tambah Fira.(Bos/MSC)
