Masdar Tambusai & Kisah Sepotong Kain Kiswah Penutup Ka'bah

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Pergelaran ibadah haji tahun 1447 H atau 2026 Masehi, akan segera berakhir, jemaah haji dari Kelompok Terbang (Kloter) 17, sebagai Kloter pamungkas. 

Sebagai Kloter paling bungsu di antara kelompok terbang yang lain, tentu ada kisah menarik sekaligus menginspirasi dan sumber motivasi bagi siapapun nantinya tahun depan berangkat menunaikan rukun Islam ke lima, baik sebagai jemaah reguler ataupun sebagai petugas haji.

Diantara 235 orang jemaah dan petugas haji dari Kloter 17 asal Kota Medan, ada cerita menarik, sekaligus sangat menginspirasi bagi siapapun yang nantinya berangkat haji tahun depan. Seperti diceritakan H. Masdar Tambusai, tentang pengalaman spiritualnya saat berhaji, mulai kedatangan di Kota Mekkah, wukuf di Arafah hingga di Kota Madinah, banyak hal yang dialaminya menarik untuk di sampaikan.

"Perjalanan haji merupakan perjalanan spiritual yang terkoneksi langsung antara Tuhan dan hambaNya. Qadarullah saya berangkat haji sebagai salah satu petugas yang diawalnya tidak tahu, tiba-tiba ada nama saya untuk berangkat haji, namun inilah takdir Allah SWT, bahwa saya berangkat haji tahun ini sebagai petugas sekaligus pelayan jemaah haji di tanah suci,"ujar Masdar kepada media lewat telepon langsung dari Kota Madinah, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Ketua GEMMA Masjid Sumatera Utara ini, statusnya sebagai pelayan haji sebagaimana di amanahkan negara untuk melayani jemaah haji Indonesia umumnya dan Sumatera Utara khususnya, ada tanggung jawab moral yang harus di jalankan, di samping mengerjakan rukun Islam kelima sebagai penyempurna rukun Islam, dapat dikerjakan secara bersamaan.

"Alhamdulillah kami bertugas sebagai pelayan jemaah haji saat di tanah suci, punya tanggung jawab moral atas amanah yang diberikan negara kepada kami, Insya Allah amanah itu sudah kami laksanakan, melayani jemaah haji yang beragam status sosialnya, tua dan muda, tentu ini menjadi tantangan. 

Sebagai petugas haji posisi kami mendengar dan melayani jemaah haji dengan baik, penuh keikhlasan dan berharap ridho Allah SWT. Karena ikhlas itulah akhirnya Allah ridho dan kami menjalankan tugas dan amanah itu seolah tiada beban, justru itu menjadi energi positif secara spiritual saya pribadi di mudahkan segala urusan ibadah, antara hamba dan RobNya,"ucap Masdar terharu.

Hal menarik juga diceritakan Masdar, saat mereka berada di Kota Mekkah, seluruh tim Kloter 17 Debarkasi Medan, di undang perwakilan Kementerian Haji Saudi Arabia, diberikan cendramata berupa potongan kain Kiswah penutup Ka'bah kepada seluruh petugas haji Indonesia, sebagai ucapan terima kasih atas kerjasama yang baik, sehingga pelaksanaan haji tahun ini berjalan tertib, aman dan lancar.

"Pemberian kain Kiswah di berikan secara khusus kepada petugas Kloter 17, bersama Ketua Kloter Dr.H.M. David Saragih, H. Sumarno, S.Ag, MM sebagai pembimbing ibadah,

Dr. Hi. Suhena sebagai dokter di Kloter 17, Khairiyah sebagai perawat, H. Masdar 

Tambusai,S.Ag sebagai Petugas Haji Daerah Pemko Medan dan H. Husni Tamrin Rambe.S.Ag sebagai Petugas Haji Daerah Propinsi Sumatera Utara,"ujar Masdar.

Lebih jauh disampaikan tokoh muda Melayu Sumatera Utara ini, bahwa masing-masing petugas di berikan kain Kiswah oleh Pihak Panitia Haji Arab Saudi atau sektor, sebagai penghormatan dan apresiasi yang  bisa memberikan contoh terbaik.

"Cendramata kain Kiswah ini menjadi kenangan yang tidak tergantikan, kain suci dari tempat paling mulia di muka bumi, pemberian ini menjadi motivasi bagi siapapun yang nantinya bertugas sebagai pelayan haji tahun-tahun mendatang, agar bekerja melayani jemaah haji dengan baik, ikhlas dan kerjakan dengan penuh tanggung jawab, Insya Allah selalu saja ada kemudahan yang Allah berikan,"terangnya memotivasi.(Rel/MSC)

Share:


Komentar

Berita Terkini