MEDIASELEKTIF.COM - Supriadi (33) seorang ayah dari dua anak yang merupakan warga desa Pasiran, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan kini terbaring lemah akibat penyakit kanker Amandel yang dideritanya selama dua bulan terakhir.
Hingga kini, lebih dari Rp.20 juta rupiah yang dikeluarkan keluarga untuk pengobatan diluar menggunakan BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah atau Penerima Bantuan Iuran.
"Sudah 20 juta habis uang kami untuk berobat suami saya ini diluar dari berobat menggunakan BPJS gratis dari pemerintah, uang tersebut berasal dari menjual barang - barang dari rumah, "kata Mitha yang merupakan istri Supriadi penderita kanker Amandel saat berbincang dengan media ini didampingi Perangkat Desa Pasiran, Selasa (4/8/2026).
Ia juga menceritakan bahwa awal mulanya suaminya mengidap kanker Amandel dari penyakit sariawan yang dideritanya selama kurun waktu dua tahun namun tak kunjung sembuh. Mita membawa suaminya ke RSU HAMS Kota Kisaran dan di rujuk ke RS Grand Medistra Lubuk Pakam.
"Awalnya keluhan suami saya sariawan, namun sudah dua tahun sariawan suami saya itu tak kunjung sembuh, jadi saya bawa ke RS HAMS Kisaran dan dirujuk ke RS Grand Medistra dari hasil pemeriksaan dokter ada jaringan tumor di leher suami ku, "ungkapnya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa akibat penyakit yang diderita suaminya. Dirinya kini banting tulang untuk menghidupi kedua anaknya dengan berjualan sate dari warung ke warung dengan penghasilan Rp. 50 ribu perhari.
"Suami saya dulu pak kerjanya mencungkil kelapa di Air Joman dengan penghasilan 70 hingga 100 ribu per hari, namun akibat penyakit suami saya ini tidak ada lagi penghasilan untuk menghidupi kedua anak kami, "kata Mitha berurai air mata.
Ditengah himpitan ekonomi dan tempat tinggal menumpang. Mitha juga meminta bantuan pemerintah kabupaten Asahan maupun dermawan utuk berobat suaminya.
"Suami saya perlu berobat pak, kami butuh biaya dan kondisi suami saya sudah sangat memprihatinkan, tolong pak Bupati dan Wakil Bupati Asahan, tolong kami juga pak Kapolres Asahan, "ujar Mitha sembari menangis melihat kondisi suaminya yang semangkin memburuk.
Mitha juga menceritakan bahwa dalam dua bulan terakhir ini suaminya sudah melakukan Kemoterapi di RS Grand Medistra Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.
"Suami saya ini sudah dua kali kemoterapi dan tanggal 11 Agustus ini kami berangkat untuk ketiga kalinya kemoterapi di RS Grand Medistra dan akibat kemoterapi itu rambut suami saya mulai rontok, "ujarnya dengan nada sedih.
Dari hasil pemeriksaan Patologi Anatomi menggunakan Makroskopik dan Mikroskopik dokter RS Grand Medistra Lubuk Pakam ditemukan jaringan dari tonsil sebesar biji cabai tampak permukaan jaringan nekrotik dan sel radang yang masif pada stroma di bawah tampak sarang sarang tumor dan disimpulkan pasien mengalami kanker Amandel atau Keratinizing squamous cell carcinoma tonsil.
Dukungan Pemerintah Desa Pasiran
Mitha juga mengatakan bahwa Pemerintah desa Pasiran telah memberikan pelayanan untuk mempermudah semua proses administrasi untuk pengobatan suaminya seperti surat keterangan tidak mampu dan administrasi lainnya yang diperlukan.
"Perangkat desa Pasiran juga sudah datang ke rumah kami ini untuk melihat langsung kondisi suami saya dan pemerintah desa Pasiran telah memberikan kelancaran dalam segala urusan administrasi suami saya ini yang diperlukan untuk berobat jalan, "katanya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Pasiran Ahmad Tohar didampingi Sekretaris Desa mengatakan bahwa pemerintah desa Pasiran siap dan selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Pemerintah desa Pasiran siap hadir untuk mempermudah urusan administrasi masyarakat, apalagi urusan itu menyangkut kesehatan masyarakat, "ujar Ahmad Tohar saat berbincang dengan media ini. (SRT/MSC)

