Fraksi Hanura-PKB Kritik P-APBD Medan 2026: Jangan Cuma ‘Asal Habis Anggaran’

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Fraksi Hanura-PKB DPRD Kota Medan mengkritik keras pengajuan Perubahan APBD (P-APBD) 2026. Fraksi menegaskan kenaikan anggaran harus menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar mengejar penyerapan menjelang akhir tahun.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Fraksi Hanura-PKB, Lailatul Badri, dalam rapat paripurna pemandangan umum di DPRD Medan, Senin (14/9/2026).

​Beberapa poin utama yang disoroti meliputi: ​PAD Turun saat Pendapatan Naik: Postur pendapatan daerah naik 5,05% menjadi Rp7,13 triliun karena lonjakan dana transfer. Namun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru anjlok 5,59% menjadi Rp3,87 triliun.

Sorotan Anggaran Infrastruktur: Anggaran Dinas SDABMBK melonjak 23,12% menjadi Rp1,02 triliun. Fraksi mempertanyakan apakah penambahan ini benar-benar untuk penanganan banjir rob dan drainase, atau sekadar proyek reaktif tutup tahun.

Pemangkasan Dana Kesehatan: Pemko dipertanyakan terkait penurunan anggaran Dinas Kesehatan sebesar 1,88% menjadi Rp1,201 triliun di tengah masih banyaknya keluhan pelayanan publik dan fasilitas kesehatan.

​Efektivitas Bansos dan Sampah: Kenaikan anggaran Dinas Sosial (Rp174,34 miliar) dan Dinas Lingkungan Hidup (Rp227,72 miliar) wajib dibarengi pembenahan data kemiskinan dan penanganan sampah harian.

​"Besarnya APBD bukan ukuran keberhasilan jika tidak menjawab persoalan mendasar warga. Setiap penambahan anggaran harus tepat sasaran dan berdampak nyata," tegas Lailatul. (Moe/MSC)

Share:


Komentar

Berita Terkini