MEDIASELEKTIF.COM - Januari 2020 ini, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM yakni diterbitkannya enam sertifikat Paten Dosen USU (Patent Granted).
Demikian Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum didampingi Kepala Humas dan Protokoler Elvi Sumanti kepada wartawan pada kegiatan "Bincang-bincang" di rumah dinas rektor Jalan Universitas, Jumat (31/1/2020).
Dikatakannya, judul inovasinya telah memiliki sertifikat Paten tersebut yakni 'Metode untuk menentukan pupuk organik palsu yang dijual di masyarakat' Prof Ir T Sabrina M Agr Sc PhD, 'Ekstrak rimpang temu mangga (Curcuma Mangga Val) sebagai imunomodulator' Yuandani S Farm MSi PhD, Sri Yuliasmi S Farm MSi Apt,
Denny Satri S Farm MSi Apt, 'Metode pembuatan ekstrak kering umbi singkong sebagai media pertumbuhan jamur' Popi Patilaya SSi MSc Apt dan Atika Firmasyah.
Selanjutnya 'Ekstrak daun Poguntano (Picria Fel-Terrae Lour) yang menyebabkan efek Teratogenik pada kondisi kehamilan' Prof Dr Urip Harahap Apt, Yuandani SFarm, Marianne SSi MSi Apt dan Lia Laila S Farm MSc Apt, 'Ekstrak Daun Afrika (vernonia amygladina delile) sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker payudara' Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan MSi Apt, Prof Dr Urip Harahap Apt, Dr Panal Sitorus MSI Apt, Denny Satria SFarm MSi Apt dan Dian Fachrunrisa SFarm dan 'Ekstrak rimpang temu giring (Curcuma Heyneana) sebagai obat penyakit tukak lambung' Dadang Irfan Husori SSi MSc Apt.
“Dengan diterbitkannya enam sertifikat Paten tersebut, saat ini USU telah memiliki 74 sertifikat Paten termasuk di dalamnya tiga Paten Internasional,” ujarnya.
Rektor menyebutkan, berdasarkan laporan dari Ketua Lembaga Penelitian USU Prof Dr Erman Munir, masih ada sembilan permohonan Paten USU yang telah disetujui Direktorat Jenderal Kekayaan dan tinggal menunggu penerbitan sertifikat Patennya.
“Ini prestasi luar biasa dan sangat membanggakan serta membuat USU semakin mantap sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di tanah air,” kata Rektor.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan kembali, kalau lembaga pemeringkatan tingkat dunia lainnya seperti Scimago Institution Ranking (SIR) pada Juli 2019 yang lalu menempatkan USU pada peringkat 536 dunia dan peringkat Indonesia di posisi puncak (pertama) yang merupakan pemecah rekor tertinggi bagi Perguruan Tinggi di Indonesia sejak 2009.
Sedangkan pada pemeringkatan 200 universitas terbaik di tingkat Asia (Top 200 Universities in Asian) ungkapnya, pada tahun 2019 telah dipublikasikan juga, di mana USU berhasil menempati posisi 190.
Menurutnya, keberhasilan di penghujung 2019 ini, tidak hanya membanggakan keluarga besar USU saja, tetapi juga membanggakan masyarakat Sumut.
"Di mana, USU mampu mengejar ketertinggalannya dari perguruan terkemuka di Indonesia," tukasnya.(Irn/MSC)
Demikian Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum didampingi Kepala Humas dan Protokoler Elvi Sumanti kepada wartawan pada kegiatan "Bincang-bincang" di rumah dinas rektor Jalan Universitas, Jumat (31/1/2020).
Dikatakannya, judul inovasinya telah memiliki sertifikat Paten tersebut yakni 'Metode untuk menentukan pupuk organik palsu yang dijual di masyarakat' Prof Ir T Sabrina M Agr Sc PhD, 'Ekstrak rimpang temu mangga (Curcuma Mangga Val) sebagai imunomodulator' Yuandani S Farm MSi PhD, Sri Yuliasmi S Farm MSi Apt,
Denny Satri S Farm MSi Apt, 'Metode pembuatan ekstrak kering umbi singkong sebagai media pertumbuhan jamur' Popi Patilaya SSi MSc Apt dan Atika Firmasyah.
Selanjutnya 'Ekstrak daun Poguntano (Picria Fel-Terrae Lour) yang menyebabkan efek Teratogenik pada kondisi kehamilan' Prof Dr Urip Harahap Apt, Yuandani SFarm, Marianne SSi MSi Apt dan Lia Laila S Farm MSc Apt, 'Ekstrak Daun Afrika (vernonia amygladina delile) sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker payudara' Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan MSi Apt, Prof Dr Urip Harahap Apt, Dr Panal Sitorus MSI Apt, Denny Satria SFarm MSi Apt dan Dian Fachrunrisa SFarm dan 'Ekstrak rimpang temu giring (Curcuma Heyneana) sebagai obat penyakit tukak lambung' Dadang Irfan Husori SSi MSc Apt.
“Dengan diterbitkannya enam sertifikat Paten tersebut, saat ini USU telah memiliki 74 sertifikat Paten termasuk di dalamnya tiga Paten Internasional,” ujarnya.
Rektor menyebutkan, berdasarkan laporan dari Ketua Lembaga Penelitian USU Prof Dr Erman Munir, masih ada sembilan permohonan Paten USU yang telah disetujui Direktorat Jenderal Kekayaan dan tinggal menunggu penerbitan sertifikat Patennya.
“Ini prestasi luar biasa dan sangat membanggakan serta membuat USU semakin mantap sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di tanah air,” kata Rektor.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan kembali, kalau lembaga pemeringkatan tingkat dunia lainnya seperti Scimago Institution Ranking (SIR) pada Juli 2019 yang lalu menempatkan USU pada peringkat 536 dunia dan peringkat Indonesia di posisi puncak (pertama) yang merupakan pemecah rekor tertinggi bagi Perguruan Tinggi di Indonesia sejak 2009.
Sedangkan pada pemeringkatan 200 universitas terbaik di tingkat Asia (Top 200 Universities in Asian) ungkapnya, pada tahun 2019 telah dipublikasikan juga, di mana USU berhasil menempati posisi 190.
Menurutnya, keberhasilan di penghujung 2019 ini, tidak hanya membanggakan keluarga besar USU saja, tetapi juga membanggakan masyarakat Sumut.
"Di mana, USU mampu mengejar ketertinggalannya dari perguruan terkemuka di Indonesia," tukasnya.(Irn/MSC)
