MEDIASELEKTIF.COM - Aliansi Mahasiswa Asahan Bersatu yang dimotori Oleh Lukman Hakim Marpaung menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Asahan, Rabu (4/3/2026).
Unras tersebut terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait selisih beban barang dan jasa maupun beban pemeliharaan yang mencapai miliaran rupiah.
"Kita meminta hasil temuan BPK RI itu harus dijelaskan dinas PMD ke publik, mengingat jumlahnya fantastis, "kata Lukman Hakim Marpaung dalam orasinya.
Lukman juga mendesak agar kepala dinas PMD yang baru harus menyampaikan temuan BPK RI tersebut mengingat Pemkab Asahan selalu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
"Pak Kadis kami mahasiswa meminta keterbukaan bapak terkait semua temuan BPK RI, dimana jumlah itu sangat besar dan kami mencurigai atau menduga ada permainan anggaran disitu, "tegasnya.
Lebih jauh, Lukman Hakim juga menyoroti berapa program dinas PMD Asahan yang diantaranya bimbingan teknis (bimtek) hingga keluar daerah kabupaten Asahan.
"Sekarang PMD Asahan sudah banyak cara untuk mengambil keuntungan pribadi. Salah satunya bimtek yang dinilai tidak bermanfaat untuk aparatur desa maupun masyarakat, "jelasnya.
Lukman Hakim juga menegaskan bahwa mahasiswa Asahan siap mengawal kebijkan ataupun program dari Pemkab Asahan.
"Kami sebagai mahasiswa siap mengawal apapun itu program dari Pemkab Asahan, karena kami akan terus menyuarakan jika uang rakyat tidak dipergunakan untuk kemakmuran rakyat, "katanya. (SRT/MSC)
