-->

Empat Gugus Pertamina MOR I Raih Penghargaan APQ 2020

Editor: mediaselektif.com author photo
MEDIASELEKTIF.COM - Empat gugus Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I meraih penghargaan dalam Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2020.

Ajang APQ  memperebutkan 11 kategori penghargaan, 3 pengakuan khusus dan best of the best.

"Tahun ini Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mengirimkan empat gugus untuk ikut berlaga dalam ajang kompetisi inovasi ini. Alhamdulillah, keempat tim berhasil menyabet penghargaan," ujar Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I, M Roby Hervindo kepada wartawan, Sabtu (11/7/2020).

Dikatakannya, APQ ini digelar untuk membudayakan inovasi serta menjadi wadah apresiasi bagi kegiatan perbaikan dan kualitas kerja melalui inovasi yang berkelanjutan di seluruh lini bisnis dan anak perusahaan.

Berbeda dengan pergelaran sebelumnya, APQ 2020 dilaksanakan secara virtual. Mengingat masih adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. APQ tahun ini bertemakan meningkatkan daya saing melalui sinergi dalam meningkatkan kualitas. Ajang adu inovasi nasional tahunan ini memasuki penyelenggaraan ke-10. Tahun ini diikuti oleh 167 tim perbaikan berkelanjutan  dengan total peserta sebanyak 1.058. Inovasi-inovasi tahun ini berhasil membukukan penciptaan nilai senilai Rp 44,16 triliun.

”Semoga melalui ajang ini, insan mutu Pertamina dapat terus menelurkan inovasi-inovasi berkelanjutan. Sehingga terus memberikan penciptaan nilai yang bermanfaat bagi Pertamina," tutup Roby.

Adapun gugus yang berhasil meraih penghargaan yakni Gugus Kopi Aceh sukses merebut penghargaan Gold kategori FT-Prove, gugus N Game meraih penghargaan Gold kategori RT-Prove, sementara gugus R&J meraih penghargaan Gold kategori I-Prove. Sedangkan gugus Sambu membawa pulang penghargaan Silver kategori PC-Prove.

Inovasi Rio Akbar dari gugus R&J Fuel Terminal Gunung Sitoli berhasil membawa dampak efisiensi bagi perusahaan senilai 1,1 miliar per tahun.

"Manfaat efisiensi didapat dari minimalisir waktu penambatan kapal saat malam hari.  Melalui pemasangan Swingin Solar LED Portable di Conventional Buoy Mooring," jelas Rio.

Ia menambahkan, alatnya sudah terintegrasi dengan aplikasi Android sehingga dapat dikendalikan dari jarak jauh. Inovasinya juga  dapat menekan potensi kerugian sebesar 800 juta rupiah akibat hilangnya buoy.

Fuel Terminal Manager Gunung Sitoli, Steven Victor Lanongbuka mengapresiasi inovasi timnya. ”Kami tentunya bangga atas pencapaian ini. Semoga dengan inovasi ini dapat terus meningkatkan kinerja di bersama di Fuel Terminal Gunung Sitoli maupun di Pertamina secara umum," kata Steven. (Irn/MSC)


Share:
Komentar

Berita Terkini