-->

SMAN 10 Turut Berkomitmen Majukan Pendidikan

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Untuk memajukan pendidikan di Sumut Disdik Sumut membuat komitmen bersama tentang gerak maju pendidikan Sumut di masa pandemik Covid-19.

Dengan komitmen bersama ini, semua stakeholder terkait, sesuai perintah Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut bahwa Kadis, Sekretaris Dinas, Kabid, Kepala Cabang, Pengawas, Kepala Sekolah, Guru baik ASN maupun non ASN harus satu langkah untuk mengejar ketertinggalan atau mengejar kemajuan ke depan.

Demikian Kepala Sekolah SMAN 10 Medan Susnesi SPd kepada wartawan, Sabtu (26/9/2020)

Dikatakannya, semua Kepsek, baik di Cabang Dinas maupun di sekolah se-Sumut membuat komitmen kesepakatan untuk kemajuan pendidikan.

“Termasuk di dalamnya kebersihan, disiplin, cara mengajar, siswa juga demikian, semua yang terkait dengan mekanisme kemajuan pendidikan,” paparnya sembari menyatakan ia menandatangani Komitmen Bersama Gerak Maju Pendidikan Sumut, Kamis (10/9/2020). Penandatanganan disaksikan Kacabdisdik Medan Selatan R Zuhri Bintang, Kepala Pengawas Naik Nainggolan, wakasek dan guru-guru SMAN 10 Medan.

Sebelum penandatanganan, R Zuhri Bintang mengatakan, Sementara menyangkut pembelian paket terhadap siswa, dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang mengharuskan online, pihak sekolah dapat menggunakan anggaran bantuan operasi sekolah (BOS). “Dalam Rencana Anggaran BOS peralihan atau RA BOS perbaikan, di sana dikatakan, sekolah dapat memberikan kepada siswa yang tidak mampu atau siswa yang berdampak Covid-19 termasuk juga guru-guru,” imbuhnya.

Ia berharap kepada para guru agar tetap mengajar dari sekolah, karena setiap sekolah sudah memiliki lab komputer, dan wifinya juga rata-rata sudah kuat. “Jadi tidak ada lagi alasan guru tidak bisa mengajar karena tidak ada paket data, silahkan guru datang mengajar ke sekolah,” paparnya.

Sedangkan kepada siswa yang belum memiliki HP Android, dia berharap agar bisa berkolaborasi berupa membentuk kelompok belajar. “Misalnya satu android untuk 2 atau 3 orang siswa. Atau guru-guru bisa memberikan modul-modul kepada siswa, boleh diantar pihak guru atau tata usaha ke rumah orang tua siswa, atau siswa menjemput ke sekolah,” terangnya.

“Bisa juga siswa datang ke sekolah memakai laboratorium komputer yang ada di sekolah, silakan pakai, tetapi dengan catatan jangan memakai pakaian dinas atau seragam sekolah. Intinya tidak ada istilah tidak belajar di masa pandemi, semua belajar, cuman tempatnya berbeda. Kalau dulu belajar tatap muka di kelas, maka kali ini tatap muka di rumah,” tutupnya. (Irn/MSC)



Share:
Komentar

Berita Terkini