-->

Sosialiasi SNMPTN 2021, Antisipasi "Cuci Rapor", Semua Pihak Awasi Pengisian Data Sekolah

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM -;Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) berencana membuat aturan guna membantu siswa berprestasi yang berada di kawasan pelosok di Sumut agar bisa berkuliah di USU melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021.

"Kita akan membuat aturan agar siswa berprestasi baik dari Nias, Pakpak Bharat dan kabupaten lainnya supaya mengecam pendidikan tinggi negeri salah satunya di USU," ujar Rektor USU Dr Muryanto Amin usai Sosialisasi-Promosi SNMPTN, UTBK-SBMPTN dan Informasi Masuk USU 2021 secara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring) live Zoom, Selasa (9/2/2021).

Selain Rektor juga tampil sebagai pembicara Wakil Rektor (Warek) I Prof Rosmayati MS, Kepala Kantor Humas Protokoler dan Promosi Elvi Sumanti ST MHum dengan moderator Nabilah Adzani SIkom dengan peserta luring Kacabdis Medan Selatan Disdik Sumut R Zukhri Bintang, Kacabdis Medan Utara Robinson ST MPd, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Medan Selayang Buang Agus S, MKKS Medan Utara Fauziah Hasibuan, MKKS SMK Sukardi serta diikuti para kepala sekolah SMA se-Kota Medan secara daring.

Dikatakannya dalam penerimaan SNMPTN, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT) tidak ada mengatur penerimaan jalur afirmasi makanya perlu aturan tersendiri supaya bisa menampung siswa berprestasi yang afirmasi ini.

Lebih lanjut Rektor juga mengharapkan dalam  pengajuan siswa berprestasi yang akan mengikuti SNMPTN 2021 ini pihak sekolah agar tidak bermain dan mengajukan 40 persen siswa bagi sekolah akreditasi A dan 20 persen siswa sekolah akreditasi B sesuai dengan prestasi akademik dan melampirkan prestasi pendukung lainnya.

"Jangan ada istilah 'cuci rapor' yang akan merugikan siswa lain dan siswa itu sendiri nantinya," paparnya sembari mengakui dalam penerimaan jalur SNMPTN ada yg bermasalah di nilai akademiknya, makanya pihak universitas mengurangi jumlah kuota jalur SNMPTN yang diterima di kampusnya.

Ia berharap dalam penerimaan jalur undangan tahun ini berjalan lancar tidak bermasalah.

Sedangkan Warek I Prof Rosmayati MS mengutarakan sosialisasi SNMPTN 2021secara daring kali ini diikuti para kepala sekolah dan siswa SMA zona Kota Medan.

Dikatakannya, sosialisasi yang dilaksanakan USU ini dibagi dalam 8 zona se-Sumut terdiri dari 17 kabupaten/kota termasuk di dalamnya Kota Medan. Tim sosialisasi USU akan terjun ke delapan zona ini melakukan daring dengan MKKS, para kepala sekolah zona itu yang dilaksanakan Dinas Pendidikan setempat.

"Tim akan menyampaikan tatacara penerimaan jalur SNMPTN, SBMPTN dan Jalur Mandiri, tetapi kita lebih fokus penyampaian SNMPTN dan SBMPTN karena dilaksanakan secara nasional sedangkan Jalur Mandiri akan dilaksanakan kampus kita sendiri," ungkapnya.

Ketika disinggung kemungkinan adanya permainan "cuci rapor" yang dilakukan oknum di sekolah, Prof Rosmayati menyatakan itu merupakan tugas Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut melalui para Kepala Cabang Dinas terkait untuk mengantisipasi adanya kecurangan dalam SBMPTN salah satunya adanya "cuci rapor".

"Kami berharap Cabdis jadi yang terdepan memantau dalam mengawasi dan mengantisipasi "cuci rapor" ini supaya target SNMPTN tercapai menampung calon mahasiswa yang berprestasi dan pintar," ungkapnya sembari menyatakan jika Cabdis tidak memantau ini takutnya targetnya tidak akan terpenuhi.

Ia berkeyakinan kalau Cabdis setempat akan memantau hal ini, meski pihaknya tidak menyampaikan langsung terkait 'cuci rapor' ini tetapi mereka umumnya sudah paham terkait hal ini. Jika tidak terpantau kedinasan, para orangtua siswa pun bisa memantau hal ini sebab kalau ini terjadi yang dirugikan tetap siswa khususnya siswa pintar yang bakal tidak terakomodir. "Kalau semuanya turut memantau mulai kepala dinas pendidikan, kepala cabang dinas hingga orangtua saya yakin hal ini tidak bakal terjadi," ungkapnya seraya menyatakan pihak universitas tidak bisa memantau langsung dalam pengisian Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS) ini, pihaknya mempercayakan pada sekolah. Apalagi dengan memasukkan nilai itu operator sekolah akan diawasi kepala sekolah, guru bidang studi atau wali kelas dan siswa yang bersangkutan sehingga data yang dimasukkan itu memang benar nilai yang di dapat siswa itu sendiri.

"Kita percaya nilai yang dimasukkan itu merupakan nilai siswa yang benar melalui mekanisme yang benar," paparnya sembari menyampaikan kuota SNMPTN 20 persen sedangkan SBMPTN minimal 30 persen untuk Perguruan Tinggi Negeri-Badan Hukum (PTN-BH) dan minimal 40 persen bagi PTN yang masih Badan Layanan Umum (BLU) atau Satuan Kerja (Satker).

"Jadi USU, 20 persen SNMPTN, 30 persen SBMPTN dan 50 persen maksimal jalur mandiri,  karena merupakan PTN-BH," tukasnya sedangkan di luar PTN BH, yakni  20 persen (SNMPTN), 40 persen (SBMPTN) dan Mandiri maksimal 40 persen.

Untuk USU tahun semalam (2020) penerimaannya bervariasi di prodi tapi secara general 20 persen, 30 persen dan 50 persen.

Sedangkan Kacabdis Medan Selatan Disdik Sumut Ramadhan Zukhri Bintang didampingi Kacabdis Medan Utara Robinson ST MPd mengharapkan sosialisasi ini terus dilaksanakan PTN salah satunya USU agar siswa mengatahui cara masuk PTN yang terdiri dari tiga tahapan yakni SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri.

"Jadi tidak ada lagi siswa yang tertinggal masuk PTN tahun ini karena tidak tahu caranya," paparnya sembari mengharap USU memprioritaskan siswa yang dari Sumut untuk masuk ke kampus ini. Agar siswa itu tidak jauh sekolah ke luar apalagi masa pendemi ini yang butuh biaya besar.

"Untuk jalur mandiri terkait pembiayaan diharapkan ada pengurangan dari universitas," paparnya sembari menyatakan sejumlah kepala sekolah juga mengajukan agar dibuka jalur prestasi agar siswa berprestasi bisa langsung diterima.

Dalam kesempatan itu para Cabdis dan MKKS mendukung persiapan-persiapan tim sosialisasi ini dan menyampaikan ke kepala sekolah guna diteruskan ke siswa."Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini," ucapnya.(Ir/MSC)



Share:
Komentar

Berita Terkini