-->

Spentu" Persiapkan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provsu

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Setelah sukses meraih sekolah Adiwiyata tingkat Kota Medan, SMPN-7 Medan (Spentu) kembali mempersiapkan diri untuk meraih sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sumut.

Untuk itu "Spentu" aktif menjalankan program Setali Kasih yang merupakan singkatan dari 'Spentu Cinta Lingkungan Kreatif dan Bersih'.

Demikian Kepala UPT SMPN-7 Medan Dra Hj Irnawati MM didampingi Wakil Kepala UPT Bidang Kesiswaan M Asri SPd kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/2/2021).

Dikatakannya, guna membumikan kegiatan ini di sekolah ini, ia membentuk Tim Adiwiyata 'Spentu' yang diketuai Waka UPT M Asri serta membentuk sejumlah kelompok kerja (Pokja) yakni bidang pembibitan, komposting dan inovatif, tanaman obat sekolah (tose) dan lainnya.

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 7 Medan, pada 3 Maret 2020 lalu, pihaknya memperoleh sertifikat Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Medan 2019 yang ditandatangani langsung Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution, MSi. 

"Setelah ini, kami mempersiapkan untuk meraih Adiwiyata tingkat Provinsi Sumut yang bakal menjadi tantangan dan target yang harus dicapai," ujarnya sembari menyampaikan sekolah Adiwiyata ini merupakan upaya pemerintah lewat sekolah untuk melahirkan budaya pelestarian lingkungan.

"Melalui program ini akan lahir sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan," ungkapnya yang juga poluler disebut 'bunda Irna' ini.

Adapun tugas pokok tim Adiwiyata Spentu ini antara lain  menggerakkan dan mempersiapkan seluruh warga sekolah untuk kembali bergerak menata dan merawat lingkungan sekolah, termasuk kembali menata sarana dan prasarana yang mendukung aspek penilaian, seperti taman sekolah, tanaman obat sekolah, taman pembibitan dan bengkel tanaman (Beta).

Adapun aksi yang secara berkesinambungan dilaksanakan antara lain kegiatan bersih-bersih kelas dan perkarangan/taman sekolah. Kegiatan dihari Rabu ini melibatkan guru dan seluruh warga sekolah untuk melaksanakan bersih-bersih.

Kegiatan ini tentunya dengan tetap mematuhi protokoler kesehatan dan dibatasi siswa yang terlibat sebanyak lima siswa per kelas. Lalu aksi menanam dan merawat tanaman obat sekolah (tose). "Ini merupakan aksi untuk kembali menata taman obat sekolah dan menambah jenis tanaman obat," ungkapnya.

Kemudian kegiatan membersihkan dan merawat saluran air dan parit. Selanjutnya, penyusunan kurikulum lokal berbasis lingkungan. Ini adalah kegiatan untuk menyusun RPP mata pelajaran dengan mengintegrasikan kesadaran lingkungan

Selanjutnya, kegiatan untuk menghasilkan karya inovatif dari bahan bekas seperti minyak jelantah yang bisa diolah menjadi sabun mandi serta pembuatan pupuk (komposting).

"Diharapkan dengan kegiatan ini menghasilkan produk inovasi yang khas dari bahan limbah dan ramah lingkungan," jelasnya.

Dari semua hal tersebut di atas dan juga kerjasama, gotong royong dan kolaborasi seluruh warga sekolah, Kepala UPT SMP Negeri 7 Medan yakin target Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi bisa tercapai.(Ir/MSC)



Share:
Komentar

Berita Terkini