-->

Tradisi Ziarah Paskah, Nalom Sianturi: Agar Anak Cucu Ingat Leluhurnya

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Paskah merupakan hari penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Umat Kristiani di Sumatera Utara juga merayakan Paskah dengan sejumlah tradisi yang cukup populer di antaranya, ziarah ke makam leluhur.

Salah satu umat Kristiani yang masih rutin melaksanakan tradisi ziarah Paskah, Nalom Sianturi (80) warga Jalan Garu III No. 120, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Nalom Sianturi, bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Tuhan Yesus. Umat Kristen percaya bahwa Tuhan Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan. Dan dan pada hari yang ketiga, bangkit dari antara orang mati.

"Menurut saya, Paskah merupakan perayaan yang terpenting bagi umat Kristen karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Tuhan Yesus," ujar Nalom, saat menziarahi makam isterinya di Jalan Manunggal Karya (Tombak Pulo-Pulo), Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar, Sabtu (3/4/2021).

Meski usianya sudah menginjak 80 tahun, namun laki-laki yang akrab disapa dengan Oppung Polin ini masih rutin membawa anak, menantu, serta cucu-cucunya menziarahi makam orangtuanya, saudara, serta istrinya.

Nalom Sianturi mengatakan, momen Paskah tidaklah lengkap tanpa kegiatan ziarah ke makam leluhurnya. Perayaan Paskah ini juga dimanfaatkan Oppung Polin sebagai media silaturahmi berkumpul bersama keluarganya.

"Saya sengaja membawa anak, menantu, serta cucu-cucu berziarah ke makam isteri saya, Maria Tona Simbolon. Bila kelak saya telah dipanggil Tuhan Yang Maha Esa, saya berharap tradisi ziarah Paskah ini tetap dilestarikan keluarga besar saya baik yang tinggal di Jakarta maupun yang berdomisili di Medan," ujar Nalom, Sabtu (3/4/2021).

Seluruh keluarga yang berziarah terlihat sibuk, mulai dari orangtua, remaja, hingga anak-anak. Ada yang merumputi ilalang yang tumbuh di samping makam, ada mengepel lantai yang mulai agak kusam dan kaum ibu sibuk merangkai bunga-bunga cantik yang sengaja dibeli di pasar bunga untuk diletak di makam.

Membersihkan makam leluhur tidak terasa melelahkan karena sanak keluarga melaksanakannya dengan ikhlas dan sesekali diiringi banyolan-banyolan lucu. Bahkan anak-anak yang ikut ziarah ke makam oppungnya terlihat bergembira dan saling bercanda.

"Saya sangat senang kalau dibawa oppung doli (Nalom Sianturi) ziarah ke makam oppung boru (nenek perempuan). Apalagi sekarang inikan lagi hari Paskah, anggap saja ganti rekreasi di masa pandemi Covid-19," kata Agnes, salah seorang remaja putri cucu dari Nalom Sianturi.

Usai membersihkan makam leluhur, seluruh keluarga makan bersama  di lokasi kuburan.

Puncak dari tradisi ziarah Paskah ini digelar dengan menyanyikan lagu-lagu rohani dan berdoa kepada Tuhan Yesus agar leluhur mereka tenang di rumah Bapa di Surga. Selanjutnya para peziarah marsuap (mencuci muka) bermohon kepada Tuhan agar seluruh keluarga yang masih hidup diberikan kesehatan dan rezeki.

Paskah merupakan hari penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia termasuk Indonesia. Perayaan hari paskah selalu meriah di berbagai negara dan suasananya hampir sama dengan perayaan Natal.(Rel/MSC)

Share:
Komentar

Berita Terkini