Dinahkodai Sang Pejuang Nasib Jurnalis, Pewarta Genap berusia 6 Tahun

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Dinahkodai Chairum Lubis, sang pejuang nasib jurnalis, Media Online Pewarta.co kini genap berusia 6 tahun.Tak terbantahkan, di tangan Chairum Lubis sosok berdedikasi bagi profesi dan rekan sejawat serta koleganya itu, hari ini, Selasa, 27 Desember 2022 media online pewarta.co, dikenal sebagai perusahaan pers yang berkedudukan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini, tetap eksis menyuarkan pesan-pesan edukatif, menghibur tanpa hoaks, apalagi isu berdimensi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Namun kesuksesan pewarta.co hingga menapaki usia saat ini tak lepas dari keuletan, ketabahan dan kesabaran seorang Chairum pria berdarah Mandailing pekerja keras yang sudah kenyang dengan lika-liku serta ‘pahit’ getirnya hidup. 

Terlebih lagi, dia lahir dalam sebuah keluarga sederhana.Dikisahkan Sekjen Jaringan Media Siber (JMSI) Sumut ini, saat itu, ia terpaksa harus menghadapi apa yang namanya keterbatasan. 

Semasa SMA, Chairum pernah bekerja serabutan, sebagai penjual bahan-bahan makanan.

"Apa saja saya jual ketika itu. Tepenting saat itu, Saya bisa memenuhi kebutuhan agar tetap bisa bertahan di tengaj keterbatasan," ujar Chairum mengenang masa lalunya sewaktu diwawancarai pada acara syukuran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Medai Online Pewarta.co di Kantornya, Jalan Medan Area Selatan No. 282B/37 Medan, Selasa, 28 Desember 2022.

Dalam perjalanannya, ia sangat bersyukur bertemu dengan seorang jurnalis senior, Khairul Muslim, pada 2010 silam. 

Ia mengenang, pertemuan itu merupakan titik awal perubahan hidupnya. 

Saat itu, melalui abang kandungnya, Chairum dipertemukan dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara tersebut.

Namun untuk memenuhi syarat sebagai wartawan, Chairum diwajibkan belajar menulis 5W+1H. 

Dia pun berguru ke sebuah lembaga pendidikan jurnalistik di kawasan Kota Matsum.

"Setelah mendapat sertifikat kelulusan dasar menulis, barulah saya melamar dan diterima di sebuah koran lokal," kenangnya.

Namun, setelah diterima di salah satu media cetak lokal terbitan Medan, perjuangan ayah 4 anak ini pun mulai diterjang masalah yang lebih berat. 

Sebab, kendati sudah berprofesi sebagai wartawan di sebuah koran lokal waktu itu, ia tak menerima honor alis tanpa gaji hampir 10 tahun lamanya.

"Dari mulai terima gaji hanya Rp. 75 ribu sampai akhirnya, beberapa tahun lalu menjadi Rp250 ribu," kata Chairum dengan mata yang tampak berkaca-kaca.

Meski harus menjalani hidup tanpa gaji memadai, Chairum tetap tegar dan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Di tengah keterbatasan itu, kali ini, ia memikirkan sebuah cara untuk mendapatkan uang dari mengelola keamanan dan kebersihan pasar Suka Ramai.

Dari sinilah, Chairum akhirnya memutuskan untuk membidani sebuah bisnis perusahan pers bergengsi.

Pria yang lahir dan besar di kawasan Sukaramai, Kota Medan ini merasakan betul getirnya hidup wartawan yang bekerja tanpa memgenal waktu, namun hanya menerima gaji yang minim. 

Bahkan terbilang tidak cukup apalagi untuk membiayai sekolah 4 orang anaknya.

Karena itu, ia berniat mengajak beberapa teman jurnalis dan diberi gaji atau honor yang memadai.

Cita-citanya pun tercapai. Kini, beberapa wartawan diajaknya bergabung. Ada sekitar 15 jurnalis yang sekarang ia pekerjakan dan diberi gaji.

Popularitas pewarta.co semakin menggema di antara media-media lokal sejenis di Kota Medan.

Kerja sama dari pihak swasta dan kepolisian serta koleganya menjadi andalan pemasukan perusahaan pers yang dipimpinya.

Semua raihan dan torehan itu dapat diraih Chairum Lubis tidak terlepas dari peran penting dua Jendral Polisi yang pernah menjabat sebagai Kapokrestabes Medan.

Ia adalah Brigjen Mardiaz Khusin Dwihananto yang saat ini menjabat Kasetukpa Lemdiklat Polri dan Brigjend Pol H Dadang Hartanto yang saat ini menjabat Wakapolda Sumut pemacu semangat Chairum untuk terus eksis meningkatkan performa pewarta.co.

"Berkat beliau berdualah, performa pewarta semakin diakui," katanya seraya menambahkan banyak yang berperan dalam membangun eksistensi Media Online Pewarta.co hingga saat ini. 

Diakuinya, untuk membesarkan pewarta, banyak aral yang menghadang. Selain persaingan sesama media online, juga media sosial.

"Kita terus berinovasi agar tak kalah tertinggal dengan medsos, kata Chairum.

Melihat perjuangan serta jerih payah Chairum, semakin menguatkan pepatah bijak yang menyebut bahwa usaha tidak akan menghianti hasil.

Terbukti, kerja keras, pahit, getir yang dialami kini berbuah manis. Pewarta.co hari ini menjadi salah satu media penyampai informasi terpercaya dan tak akan pernah lelah melawan terpaan waktu dan gerusan ombak. Dirgahayu ke-6P ewarta.co.(Rel/MSC)

Share:
Komentar

Berita Terkini