MEDIASELEKTIF.COM — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara melaksanakan penandatanganan Commercial Operation Date (COD) Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sei Wampu 1 berkapasitas 2 x 4,5 MW yang dikembangkan oleh PT Aek Simonggo Energy Rabu (4/2/2026).
Penandatanganan COD dilaksanakan Selasa, 3 Februari 2026 di Medan dan menandai kesiapan pembangkit untuk beroperasi secara komersial serta terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan Sumatera Utara.
PLTM Sei Wampu 1 yang berlokasi di Desa Kuta Gajah, Kabupaten Langkat ini semakin memperkuat kehadiran pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT). Ini merupakan wujud dukungan PLN dalam meningkatkan bauran energi bersih sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik regional secara berkelanjutan.
Penandatanganan COD ini juga mencerminkan langkah konsisten PLN dalam mendorong transisi energi nasional menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Pemanfaatan energi air sebagai sumber pembangkitan rendah emisi diharapkan berkontribusi langsung pada pengurangan emisi karbon sektor ketenagalistrikan, sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal secara bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut dihadiri General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir, Senior Manager Perencanaan Efi Ziarman, serta Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum Efron Lumban Gaol.
Turut hadir Dewan Komisaris dan Direksi PT Aek Simonggo Energy, yakni Hendry Wigin (Komisaris), Nelson Sihotang (Presiden Direktur), James William Gillard, Betesda Situmorang, dan Anthony Rohan.
Dari jajaran pemegang saham dan direksi dari PT Pembangunan Lestari Indah Tbk turut hadir Jaegopal Hutapea, Nicholas Spassky Hutapea, Animan Hutapea, Tambak Onggo, serta Linda Sari.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa beroperasinya PLTM Sei Wampu 1 merupakan langkah strategis untuk mempercepat agenda transisi energi sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan daerah.
“PLTM Sei Wampu 1 menjadi bukti komitmen PLN dalam memperluas pemanfaatan energi bersih yang bersumber dari potensi lokal. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam menurunkan emisi karbon sektor ketenagalistrikan, meningkatkan bauran EBT, serta mendukung target Net Zero Emission 2060,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan pembangkit EBT seperti PLTM berperan penting dalam membangun sistem kelistrikan yang lebih tangguh, efisien, dan berwawasan lingkungan, sekaligus mendorong keberlanjutan ekonomi daerah.
“Kolaborasi dengan pengembang menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem energi yang bersih, andal, dan inklusif bagi masyarakat,” tambahnya.
Nelson Sihotang, selaku Presiden Direktur PT Aek Simonggo Energy, pada sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelesaian pembangunan PLTM Sei Wampu 1, khususnya kepada PLN.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PLN serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung dan mengawal proses pembangunan pembangkit ini hingga tuntas. Berkat sinergi dan kolaborasi yang baik, hari ini PLTM Sei Wampu 1 dapat resmi menandatangani COD dan beroperasi secara komersial,” ujar Nelson.
Dengan ditandatanganinya COD PLTM Sei Wampu 1, PLN UID Sumatera Utara optimistis kontribusi energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan regional akan terus meningkat, sejalan dengan kebijakan energi nasional dan komitmen Indonesia menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.(Rel/MSC)
