-->

KUI USU Gelar Internal Workshop Erasmus+ Dukung Pendanaan Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan 

Editor: mediaselektif.com author photo
MEDIASELEKTIF.COM - Kantor Urusan Internasional (KUI) USU menggelar Internal Workshop Erasmus+ United di Ruang Video Conference Gedung Biro Administrasi USU, belum lama ini.

Program Erasmus+ yang berasal dari Uni Eropa ini merupakan skema pendanaan untuk mendukung berbagai kegiatan di bidang pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga.

Workshop menghadirkan tiga pembicara yakni Dr Ir M Sabri MT IPM ASEAN-Eng, Dr Tulus Burhanuddin Sitorus ST MT dan Prof Dr Eng Himsar Ambarita ST MT dengan  peserta berasal dari dosen-dosen Fakultas Teknik Mesin USU, Universitas Negeri Medan, Universitas HKBP Nommensen, Institut Teknologi Medan, serta para mahasiswa S2 dan S3 Fakultas Teknik Mesin USU.

Sekretaris KUI USU Dr Ing Pramio G Sembiring ST MSc, dalam sambutan awal pembukaan workshop menyampaikan proyek pembangunan kapasitas di bidang pendidikan tinggi yang difasilitasi Erasmus+ merupakan proyek kerja sama transnasional yang berdasarkan kemitraan multilateral, terutama antara lembaga pendidikan tinggi dari negara-negara memenuhi syarat.

“Indonesia, Malaysia dan Thailand memegang peran penting dalam produksi mobil secara global. Berdasarkan fakta terkini, dibutuhkan lebih banyak engineer di ketiga negara tersebut.

Akibatnya, sebagian besar perusahaan otomotif dengan anak perusahaan di ketiga negara tersebut menerima ekspatriat dari luar negeri untuk mengisi kesenjangan pengetahuan ini, yang membuktikan kurangnya kapasitas manusia lokal yang ada.

Semua mitra menghadapi tantangan yang menghambat mereka dari pertumbuhan lebih lanjut dalam industri otomotif dengan kurangnya engineer berpendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan otomotif. Proyek United ini bertujuan untuk memperbaiki situasi di lembaga-lembaga pendidikan tinggi  berpartisipasi dan industri regional yang terlibat,” paparnya.

Dikatakannya, adapun tujuan utama dari proyek United ini adalah untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja terampil di bidang Automotive Engineering (AE), serta meningkatkan dampak positif industri otomotif terhadap pengembangan regional melalui peningkatan kapasitas, dengan cara melaksanakan pelatihan bagi staf akademik, mahasiswa dan perusahaan yang tertarik dengan Automotive Engineering.

Juga untuk instalasi dan pengoperasian “Engineering Knowledge Transfer Unit” (EKTU) di lembaga pendidikan tinggi Asia Tenggara (HEI), dalam meningkatkan kesadaran dan keahlian di bidang Automotive Engineering. Serta membina kerja sama universitas dan dunia bisnis melalui pemasangan EKTU dan memanfaatkan jaringan United, yang akan mengarah pada peningkatan pengetahuan tentang AE, standar pengajaran yang lebih tinggi dan juga menciptakan kemampuan kerja lulusan lebih tinggi.(Irn/MSC)

Share:
Komentar

Berita Terkini