-->

Penerimaan Naker PT HMI Diduga Curang Wong: Buat Laporan ke DPRD Medan

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Penerimaan tenaga kerja yang dilakukan PT.  Harapan Mandala Indah (HMI) diduga curang dan ada permainan uang. Hal itu dikatakan salah seorang peserta calon tenaga kerja yang namanya minta dirahasiakan. 

Kecurigaannya berawal dari masuknya pengumuman untuk ujian wawancara pada hari Kamis (24/9/2020). Dalam wa tersebut nomor ujiannya muncul tapi beda nama. 

"Saya terima chat yang isinya nomor saya dipanggil untuk ujian wawancara tapi nama nya bukan nama saya," kata nya krpada wartawan, Selasa malam (22/9/2020) di Medan. 

Dia menyebutkan mengetahui adanya lowongan kerja dari media sosial yang menyebutkan salah satu pabrik gula di KIM tengah membutuhkan tenaga kerja kemudian dia mendaftar ke PT HMI di Jalan Amaliun dan mengikuti ujian tertulis. 

"Senin malam kemarin ada teman yang share nama-nama yang akan mengikuti ujian wawancara, saya kaget nomor saya muncul tapi dengan nama orang lain," kata wanita berkulit putih itu. 

Dia menduga ada orang dalam di PT HMI yang mengotak-atik data pelamar karena diduga menerima duit dari calon lain. 

Karena isu yang beredar diantara para pelamar beberapa agen tenaga kerja atau kerap disebut pekerja lapangan di PT HMI meminta sejumlah uang pelicin. 

Ketika dikonfirmasi via selular tadi pagi, Rabu (23/9/2020), Manajer Operasional PT HMI Zulhamri menangkis tudingan tersebut. Pria ini bahkan mengatakan pihak nya belum ada menegeluarkan pengumuman terkait ujian wawancara. 

"Belum ada yg dipanggil untuk wawancara besok (Kamis, 24-9-2020,red). Itu mungkin karangan petugas lapangan saja," kata nya. 

Ketika ditanya kapan akan menghubungi para calon tenaga kerja sementara waktu nya tinggal besok, pria yang kerap dipanggil Am itu mengatakan akan dipanggil siang ini via telpon, sms atau WA. 

Anggota DPRD Medan Wong Chun Sen menanggapi adanya indikasi kecurangan dalam perekrutan tersebut menganjurkan agar para pencari kerja melaporkan ke pihak yang berwajib. 

"Gak boleh begitu. Masa nomor ujian sama tapi nama beda. Kalau terbukti curang lapor saja ke polisi, atau buat pengaduan ke DPRD Medan agar pemilik perusahaan kita panggil," tegas Wong. 

Politisi PDIP ini mengatakan, pihak nya akan membela para pencari kerja tersebut jika benar mereka dicurangi. "Kita akan bela mereka asal terbukti pihak PT HMI melakukan kecurangan dan pungutan terhadap para calon tenaga kerja itu," tutup Wong. (Moe/MSC)

Share:
Komentar

Berita Terkini