-->

SMAN 1 & 7 Sepakat Tandatangan "Gerak Maju Pendidikan"

Editor: mediaselektif.com author photo
MEDIASELEKTIF.COM - SMAN 7 dan SMAN 1 Medan  menanda tangani  kesepakatan "Gerak Maju Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus" di masing-masing sekolah, Kamis (10/9/2020).

Demikian Kepsek SMAN 7 Medan Drs H Masri Lubis MSi bersama Kepsek SMAN I Medan Drs Suhairi MPd kepada wartawan, Senin (21/9/2020).

Dikatakan Masri, untuk Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Medan Selatan para sekolah berkumpul di SMAN 7 Medan pada Rabu (9/9) pagi, dengan berpedoman pada protokol kesehatan Covid-19, memakai masker dan sosial distancing menandatangani dokumen "Gerak Maju Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus".

Baru pada keesokan harinya (Kamis-red) dilaksanakan penandatanganan khusus Wakepsek, guru-guru dan staf pengajar di SMAN-7 langsung disaksikan kepsek.

Dipaparkannya, SMAN 7 Medan berkomitmen akan melaksanakan 18 poin sebagai inti "Gerak Maju Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus" yang sesuai dengan visi dan misi Gubsu.

Ke-18 poin ini yakni pertama kompetensi manajemen SMA Negeri, SMK Negeri dan SLB Negeri.

Kedua, kompetensi guru. 

Lalu ketiga kompetensi peserta didik. Keempat yakni integritas jajaran dinas pendidikan.

Kelima,  disiplin dan tertib pengelolaan keuangan sekolah dana BOS.

Keenam, penerimaan peserta didik baru.

Poin ketujuh, mutasi peserta didik.

Kedelapan, pemerataan penugasan guru.

Kesembilan, ketertiban, keteraturan, keamanan, kebersihan, keindahan, keasrian, kehijauan, kenyamanan sekolah.

Kesepuluh, penetapan angka kredit dan kenaikan pangkat guru dan non guru

Kenaikan pangkat guru sebagai profesi dilakukan

berdasarkan capaian angka kredit sesuai kinerja pelaksanaan tugas guru. 

Ke-11, pengadaan barang/jasa

Pengadaan barang/jasa sekolah dilakukan sesuai prinsip dan ketentuan pengadaan barang/jasa sekolah misalnya Permendikbud 

Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pengadaan Barang/Jasa Satuan Pendidikan, tidak ada fiktif, tidak ada mark up harga, tidak ada meansrea, tidak ada suap,

tidak ada pungutan liar, tidak ada komisi, tidak ada kick back, tidak gratifikasi, tidak sesuai kebutuhan nyata dan tidak ada afiliasi/konflik kepentingan.

Ke-12, sertifikasi guru.

Ke-13, komite sekolah.

Poin ke-14, pemetaan pelaksana.

Ke-15, peningkatan alokasi APBD 

Peningkatan alokasi APBD untuk kemajuan pendidikan menengah dan pendidikan 

khusus dilakukan sesuai kemampuan keuangan provinsi.

Ke-16, peningkatan kompetensi pelaksana.

Ke-17, kecepatan, akurasi, tertib dan kepastian administrasi.

Ke18,  tertib, disiplin dan kepastian masa jabatan kepala sekolah.

Sedangkan Kepala Sekolah SMAN 1 Medan Drs Suhairi MPd didampingi Wakil Kepala sekolah (Wakepsek) Bidang Humas Sudirman Sormin MPd kepada wartawan, Senin (21/9/2020) di SMAN 1 Medan dilaksanakan penandatanganan "Gerak Maju Pendidikan" dilaksanakan  di sekolah itu pada Kamis (10/9) pukul  09.30 Wib dihadiri Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah, KTU, Guru dan Pegawai.

Setelah membacakan isi komitmen dan disetujui oleh seluruh yg hadir, diteruskan tanda tangan diawali Kepala Sekolah Drs. Suhairi MPd.

Adapun isi komitmen "Gerak maju pendidikan SMAN 1 Medan" yakni senantiasa bekerja, berbuat dan berkarya terbaik sepanjang waktu guna memajukan pendidikan di satuan pendidikan. Gerak Maju Pendidikan Menengah SMA Negeri 1 Medan dirancang untuk menjadi sikap dan tindak seluruh komponen pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Medan. Komponen tersebut mencakup setiap sumber daya manusia yang bertugas di SMA Negeri1 Medan.

Komitmen pelaksanaan Gerak Maju Pendidikan Menengah SMA Negeri 1 Medan menjadi tanggung jawab individu, institusional dan kolektif jajaran SMA Negeri 1 Medan,  baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama bekerja, berbuat dan berkarya dalam tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing untuk memajukan pendidikan menengah. Komitmen tersebut dilaksanakan

sebagai kepedulian, kehormatan dan kemuliaan tugas. Secara sadar untuk perjuangan terbaik. Untuk melakonkan kompetensi terbaik. Mewujudkan jati diri sebagai pejuang pendidikan. Guna kebaikan diri, keluarga dan masyarakat. Sebagai bagian warisan bagi generasi penerus. Dalam rangka perwujudan diri sebagai insan paling mulia. Bagian dari rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagian dari pengabdian bagi negeri dan sebagian dari terima kasih kepada orang tua, guru, pahlawan dan generasi pendahulu.

"Hal ini sesuai dengan visi misi Gubsu, Kemendikbud dan Presiden RI Jokowi," tukasnya. (Irn/MSC)


Share:
Komentar

Berita Terkini