-->

Tingkatkan Produksi Beras di Asahan, Kementerian PUPR Targetkan Perbaikan Irigasi

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Kementerian PUPR Direktorat PSDA bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) dan Project Preparation Consultant (PPC) Asahan menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat Sosialisasi/Kossultasi Publik, Lokakarya dan FGD Pengembangan Sistem Irigasi Asahan Sumatera Utara, Indonesia Phase -1 di aula hetel Marina Kota Kisaran, Kamis (18/3/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Asahan, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Subkordinator Pelaksana Tugas Pembinaan dan Pemantauan Wilayah I, Subdirektorat Wilayah I, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Dinas PU dan PR Kabupaten Asahan dan Bappeda Kabupaten Asahan.

Dikesempatan itu Team Leader PPC Asahan melalui Co-Team Leader PPC Asahan Edi Wahyono mengatakan dalam rangka menuju kemandirian dan ketahanan pangan. Pemerintah berupaya mendorong peningkatan produksi padi dan beras dalam negeri dengan manfaat selain pada sektor penghematan devisa nasional juga membuka kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan.

"Kita semua pasti menyadari bahwa tersedianya sistem irigasi yang baik dan handal merupakan syarat mutlak bagi terselenggaranya sistem pangan nasional yang kuat dan penting bagi negara, "katanya.

Sementara melalui zoom meeting Kepala Subdit Wilayah I Direktorat Irigasi dan Rawa, Parlinggoman Simanungkalit yang mewakili Direktur Irigasi dan Rawa menyampaikan dalam rangka ekstensifikasi lahan sawah beririgasi teknis, Direktorat Irigasi dan Rawa melakukan kegiatan Development Of Asahan Irrigation System in North Sumatera (Phase I) di Kabupaten Asahan yang merupakan rangkaian studi melalui master plan, studi kelayakan, dan detail desain yang didanai dari Asian Development Bank (ADB).

Kata Parlinggoman Simanungkalit bahwa potensi pengembangan lahan pertanian di Kabupaten Asahan dan sekitarnya telah diidentifikasi sejak tahun 1980. Identifikasi awal diperoleh informasi potensi pengembangan mencapai 110.000 hektar, mengingat adanya perubahan tata guna lahan dan perkembangan yang terjadi pada areal tersebut, pada tahap pertama ini, identifikasi untuk pengembangan jaringan irigasi ditargetkan seluas 40.000 hektar.

"Kami berharap kepada bapak ibu yang hadir pada kegiatan ini dapat menyerap informasi secara maksimal berdiskusi secara aktif dengan tenaga ahli. Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah bapak dan ibu dapat memberikan masukan terhadap rencana pengembangan jaringan irigasi Asahan yang saat ini sedang disusun sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat (kearifan lokal)," tutup beliau.

Di tempat yang sama Bupati Asahan H. Surya menyampaikan sesuai dengan rencana pola pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Toba Asahan yang telah ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum. Bahwa Sungai Asahan memiliki rata-rata debit sekitar 120 Meter Kubik per Detik sehingga sangat potensial dimanfaatkan untuk banyak hal seperti irigasi pertanian.

Selain potensi debit air sungai Asahan dapat dimanfaatkan. Bupati Asahan Surya juga debit Sungai Asahan yang besar juga memiliki daya rusak dan menyebabkan banjir bagi masyarakat di sekitar sungai Asahan seperti di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Sei Kepayang terutama pada saat curah hujan tinggi. Untuk itu, Pemkab Asahan berharap upaya pengendalian banjir sungai Asahan dapat menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dalam perencanaan pengembangan sistem irigasi Asahan.

Ia juga mengatakan, berdasarkan arahan Presiden RI yang tertuang dalam peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2020-2024, bahwa pembangunan infrastruktur pelayanan dasar bidang irigasi pada tahun 2024 ditargetkan akan dibangun bendungan multiguna sebanyak 63 unit dan jaringan irigasi baru sebanyak 500.000 Ha. Untuk itu, Pemkab Asahan menyatakan siap mendukung penuh dan berpartisipasi dalam mewujudkan target.

Selanjutnya Bupati Asahan Surya mengatakan di Kabupaten Asahan terdapat satu daerah irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat yaitu daerah irigasi rawa Sei Lebah seluas 3.031 Hektar yang saat ini kondisi pengelolaan infrastrukturnya perlu mendapatkan perhatian khusus. (SRT/MSC)

Share:
Komentar

Berita Terkini