MEDIASELEKTIF.COM - Semarak bulan suci Ramadhan di MIN 1 Dairi tidak hanya terasa dalam kegiatan ibadah, tetapi juga terintegrasi dalam proses pembelajaran di kelas. Pada Rabu, 25 Februari 2026, siswa-siswi kelas V B melaksanakan kegiatan kreatif menggambar masjid dan suasana Ramadhan dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi madrasah dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menguatkan nilai spiritual, membangun karakter, serta menumbuhkan kecintaan terhadap masjid sebagai pusat ibadah dan peradaban umat Islam.
Kegiatan pembelajaran tersebut dipandu oleh Guru Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) Jahrin Padang, S.Pd., dengan pendekatan aktif, inspiratif, dan partisipatif.
Sebelum memulai kegiatan menggambar, siswa diajak berdiskusi mengenai makna masjid di bulan Ramadhan, mulai dari pelaksanaan salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga kegiatan keagamaan lainnya yang mempererat ukhuwah Islamiyah. Diskusi ini bertujuan membuka wawasan dan membangun imajinasi siswa agar karya yang dihasilkan tidak sekadar gambar visual, tetapi juga memiliki pesan moral dan nilai religius yang kuat.
Dalam proses pengerjaan, Jahrin Padang memberikan arahan terkait teknik dasar menggambar, pengaturan perspektif, komposisi objek, serta perpaduan warna yang harmonis.
Namun demikian, siswa tetap diberikan ruang kebebasan untuk mengekspresikan gagasan dan pengalaman pribadi mereka selama Ramadhan.
Hasilnya, lahirlah beragam karya yang menggambarkan masjid bercahaya di malam hari, jamaah yang khusyuk melaksanakan tarawih, anak-anak yang membaca Al-Qur’an, hingga suasana hangat kebersamaan keluarga saat berbuka puasa.
Setiap karya memperlihatkan kreativitas sekaligus pemahaman sederhana namun bermakna tentang keutamaan bulan suci.
Menurutnya, pembelajaran seni memiliki peran strategis dalam membangun keseimbangan antara kemampuan akademik dan pembentukan karakter peserta didik.
Ia menegaskan bahwa integrasi tema Ramadhan dalam pembelajaran SBdP merupakan langkah nyata untuk menanamkan nilai keimanan melalui pendekatan yang menyenangkan.
“Melalui seni, anak-anak belajar mencintai masjid bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai pusat ibadah, ilmu, dan pembinaan akhlak. Kreativitas menjadi sarana untuk menguatkan spiritualitas mereka,” jelasnya.
Kepala MIN 1 Dairi Sumarto AF Sitanggang, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas inovasi pembelajaran yang dilaksanakan. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Menurutnya, Ramadhan adalah momentum strategis untuk memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai aktivitas positif dan produktif.
“Madrasah harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Ketika siswa mencintai masjid sejak dini, maka akan tumbuh kesadaran untuk menjaga ibadah dan akhlaknya di masa depan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, hasil karya siswa dipajang di sudut kelas dan lingkungan madrasah sehingga menciptakan atmosfer Ramadhan yang lebih hidup dan inspiratif. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen MIN 1 Dairi dalam mengintegrasikan pendidikan seni, penguatan karakter, dan nilai spiritual secara berkelanjutan.
Melalui Ramadhan kreatif ini, madrasah tidak hanya mencetak siswa yang terampil dan cerdas, tetapi juga generasi yang memiliki kecintaan mendalam terhadap masjid dan ajaran Islam sebagai pedoman hidup.(Rel/MSC)
