Jacquelle x The Devil Wears Prada: Ketika Sebuah Film Menjadi Budaya, Gaya Hidup, dan Representasi Perempuan Modern

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Dua puluh tahun sejak pertama kali dirilis, The Devil Wears Prada tetap menjadi salah satu film paling ikonik dalam budaya pop dunia. 

Lebih dari sekadar film tentang fashion, karya ini berhasil menciptakan sebuah dunia yang terasa nyata—di mana penonton tidak hanya menyaksikan cerita, tetapi ikut hidup di dalamnya.

Melalui detail-detail kecil yang membentuk keseharian karakter-karakternya, The Devil Wears Prada memperkenalkan sebuah lifestyle aspiration yang begitu melekat hingga hari ini: pagi yang dimulai dengan coffee run, kesibukan di balik meja editorial, dinamika dunia fashion dan beauty, hingga ambisi perempuan modern dalam membangun kariernya.

Film ini juga menjadi fenomena unik karena berhasil mempertemukan luxury dan everyday culture dalam satu ruang yang sama. 

Brand premium seperti DIOR dapat berdampingan secara natural dengan elemen keseharian yang dekat dengan masyarakat global seperti coffee shop, Starbucks, hingga Coca-Cola—membentuk dunia yang terasa aspiratif namun tetap relatable.

Kini, menjelang kembalinya hype The Devil Wears Prada 2, antusiasme publik kembali membuktikan bahwa film ini bukan sekadar tontonan, tetapi telah berkembang menjadi cultural movement lintas generasi.

Sebagai satu-satunya beauty brand asal Indonesia yang menjadi bagian dari kolaborasi resmi ini, Jacquelle merasa terhormat dapat menghadirkan interpretasi lokal dari fenomena global yang begitu dicintai masyarakat Indonesia.

“Kami melihat bagaimana audience Indonesia memiliki emotional connection yang sangat kuat dengan The Devil Wears Prada. 

Mereka bukan hanya menyukai fashion-nya, tetapi juga menyukai feeling yang dibawa film ini—tentang mimpi, ambisi, confidence, dan perjalanan menjadi perempuan modern,” ujar Lianna Lie, CMO sekaligus Co-founder Jacquelle.

Terinspirasi dari dualitas tersebut, Jacquelle dengan bangga mempersembahkan kolaborasi eksklusif Jacquelle x The Devil Wears Prada Collection—sebuah rangkaian produk kecantikan yang merefleksikan dua karakter ikonik: Andy Sachs dan Miranda Priestly. 

Koleksi ini dirancang untuk mendampingi perempuan masa kini dalam mengekspresikan versi terbaik diri mereka, baik saat membangun mimpi maupun saat berada di puncak karier.

Highlight Produk Kolaborasi

1. Magic Lash

Cluster lashes yang tidak membutuhkan lem tambahan dengan bulu mata synthetic yang

lembut dan sangat nyaman digunakan seharian. Terdiri dari 2 koleksi yang merepresentasikan Andy dan Miranda.

2. Dewtint (2 Shades Eksklusif)

● Red Mauve (Miranda inspired) Mewakili perjalanan seorang perempuan muda yang berani keluar dari zona nyaman, autentik, dan penuh potensi.

● Deep rose (Andy inspired) Simbol kekuatan, elegansi, dan otoritas seorang pemimpin perempuan yang tak tergantikan.

3. Mascara

Dirancang untuk memberikan fungsi 2 in 1 dengan 2 ujung dan 2 fungsi yang berbeda. Mascara yang memberikan definisi bulu mata yang dramatis namun tetap elegan—merepresentasikan kepercayaan diri yang subtle namun impactful di ruang profesional. 

Dan mascara remover untuk mempermudah membersihkan mascara.

Memperkenalkan HRM: Sister Brand Baru dari House of Jacquelle

Dalam momen spesial ini, Jacquelle juga memperkenalkan sister brand terbarunya, HRM (dibaca: /ˈhôrˌmōnc/)—sebuah lini parfum yang menjadi bagian dari House of Jacquelle.

HRM hadir dengan dua varian parfum yang terinspirasi dari karakter yang sama:

● OXT8 (Andy-inspired): diciptakan untuk wanita yang bergerak dengan hati. 

Kelembutan adalah sebuah kekuatan. Sebuah aroma untuk perempuan yang ditakdirkan untuk bersinar — ambisius, memikat, dan tak terlupakan dengan cara yang effortless.

Top Notes: Bergamot, Pink Peppercorn — percikan segar dan cerah yang mencerminkan potensi dirinya yang bersinar.

Middle Notes: Orris, Lily of the Valley — keindahan yang lembut dengan hati yang penuh percaya diri.

Base Notes: Musky — sentuhan akhir yang hangat dan modern, meninggalkan kesan lembut namun berkarakter.

Karakteristik: Soft musky floral — fresh dan clean dengan kesan lembut dan calming yang  — fresh dan clean dengan kesan lembut dan calming yang effortless.

Ketahanan: 5 – 7 jam 

DPMINE (Miranda-inspired):

Untuk wanita yang hidup dengan tujuan. Kekuatan sejati tidak pernah meminta keseimbangan.

Sebuah aroma yang diciptakan untuk wanita yang memimpin suasana — karena kekuatan memiliki aromanya sendiri, dan inilah aromanya.

Top Notes: Bergamot, Lemon, Aromatic — pembuka yang tajam dan bersih, langsung menarik perhatian.

Middle Notes: Rose, Patchouli, Jasmine — perpaduan sofisticasi dan pesona dalam sentuhan feminitas yang timeless.

Base Notes: Musk, Powdery, Amber — penutup hangat dan kuat yang bertahan lama seperti sebuah otoritas.

Karakteristik: Aromatic citrus floral — tajam, clean, elegan, dan powerful dengan dry down musk amber yang hangat.

Ketahanan: 7 – 9 jam

Lebih dari Sekadar Makeup, Ini adalah Pernyataan Diri Jacquelle x The Devil Wears Prada bukan sekadar koleksi kecantikan—ini adalah sebuah perayaan akan dua tipe perempuan kuat di dunia profesional: mereka yang sedang mengejar mimpi, dan mereka yang telah menjadi simbol kesuksesan.

Karena pada akhirnya, setiap perempuan memiliki versi “Andy” dan “Miranda” dalam dirinya.

Pernyataan dari Lianna Lie

Menurut Lianna Lie: “The Devil Wears Prada adalah salah satu rare movies yang berhasil melampaui status sebagai film dan berubah menjadi budaya. Orang-orang mengingat bukan hanya ceritanya, tetapi juga bagaimana film itu membuat mereka ingin hidup lebih percaya diri, lebih ambitious, dan lebih expressive terhadap dirinya sendiri.”

“Bagi kami, menjadi bagian dari kolaborasi ini adalah sebuah kehormatan besar,terlebih sebagai beauty brand dari Indonesia. 

Kami ingin membawa excitementtersebut lebih dekat dengan audience Indonesia melalui produk-produk yang bukan hanya cantik secara visual, tetapi juga memiliki emotional connection dengan perjalanan perempuan modern hari ini.(Rel/MSC)

Share:


Komentar

Berita Terkini