MEDIASELEKTIF.COM - Puluhan wartawan melakukan aksi damai di Kantor Bupati Nias Selatan (Nisel), Rabu (8/7/2026), menuntut agar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) diganti karena dinilai tidak becus menjalankan Tupoksinya dan tidak layak menjabat.
Pimpinan Aksi, Waoli Lase , Rumusan Lai dan Orator lainnya menyampaikan tuntutannya Bahwa berdasarkan dinamika pelayanan publik di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nias Selatan yang kami nilai tidak profesional dan tidak kompetensi dalam melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsinya salah satunya yakni, mengelola komunikasi publik, mensosialisasikan program pemerintah, khususnya Kepala Daerah Kabupaten Nias Selatan melalui media yang ada di Nias Selatan dan menyediakan layanan pengaduan bagi masyarakat, namun kami melihat dan menilai hal itu tidak dilaksanakan dengan baik.
Adapun Fakta yang terjadi di Dinas Kominfo Nias Selatan adalah :
1.Kominfo yang semestinya menjadi Rumah Bagi Para Wartawan untuk mendapatkan informasi justru menjadi tempat tidak layak, karena Kepala Dinas Kominfo Nias Selatan Ridho Aeska Fau dinilai Tidak Mau berkomunikasi dengan wartawan, bahkan saat para wartawan datang untuk menanyakan sesuatu atau wawancara justru sulit untuk diterima bahkan kadis berupaya menghindar.
2. Kadis Kominfo Ridho Aeska Fau yang seharusnya menjadi sahabat wartawan justru menjadi musuh wartawan dan dianggap ingin melenyapkan wartawan dari Nias Selatan, terbukti Dengan tidak adanya kerjasama antara Pemkab Nias Selatan dengan wartawan hingga saat ini yang seharusnya di fasilitasi Kominfo dan tidak ada upaya untuk menganggarkan anggaran untuk media dengan maksimal.
3. Kadis Kominfo Nisel tidak mampu melaksanakan Tugasnya, karena pada bulan Maret Dinas Kominfo membuka pendaftaran media untuk bekerjasama dengan Pemkab Nisel, Namun hingga saat ini hasil seleksi belum juga diumumkan, ketika ditanya selalu menyalahkan Kaban BPKPD dan Sekban BPKPD yang belum menandatangani karena keluar daerah.
4. Kadis Kominfo Tidak layak menjabat karena dinilai arogan dan ingin menang sendiri. Ketika diwawancarai sulit, anehnya apa yang disampaikannya saat wawancara malah dibantahnya. Tidak bertanggungjawab dengan apa yang diucapkannya.
5. Kadis Kominfo Nisel Tidak layak menjabat karena sering menjelek-jelekan pejabat lain dihadapan wartawan. Hal itu merupakan preseden buruk yang akan menimbulkan gal negatif ditengah -tengah masyarakat dan lingkungan Pemkab Nisel.
6. Kadis Kominfo Tidak Layak menjabat karena dirinya merasa pejabat eksklusif dan tidak berdahak dengan wartawan dan Sering membantah ucapannya sendiri yang sudah terbit di media merasa paling faham kode etik jurnalistik. Padahal rekaman pembicaraan/wawancaranya dengan wartawan ada.
7. Kadis Kominfo Tidak layak menjabat karena memang dia tidak merasa sebagai pejabat publik. Seperti keterangan pada surat bantahan di salah satu media bahwa pembicaraan dengan wartawan di ruang tunggu DPRD adalah informal dan tidak bisa disebut sebagai wawancara. Padahal sebagai pejabat publik, semua ucapan layak untuk dikutip dan digunakan seperlunya untuk pemberitaan.
Untuk itu Wartawan Nias Selatan menyatakan mosi tidak percaya kepada Kepala Dinas Kominfo Nias Selatan dan Menuntut agar Bupati Nias Selatan:
Copot Kepala Dinas Kominfo Nias Selatan Ridho Aeska Fau yang dinilai tidak mendengar aspirasi dan Keluhan serta Kebutuhan Wartawan.
Copot dari jabatannya karena dinilai gagal membangun komunikasi yang baik, bersifat arogan, dan membatasi akses informasi publik.
Audit Anggaran Kominfo Nias Selatan Tahun 2024 dan 2025 Transparansi dana publikasi, pengadaan sistem informasi, dan pemeliharaan jaringan. Kami menduga adanya penyalahgunaan wewenang dan indikasi praktik KKN.
Evaluasi Total Pejabat Terkait Di Dinas Komunikasi dan Informatika Nias Selatan: Kami Mendesak kepala daerah untuk mengevaluasi bahkan mencopot seluruh jajaran struktural di Dinas Kominfo yang dinilai tidak kompeten dan tidak melayani wartawan dan masyarakat dengan baik.
Hentikan Diskriminasi Media, Kami meminta Bupati untuk memerintahkan kepada semua Kepala Dinas untuk menganggarkan anggaran media di DPA masing-masing.
Apabila tuntutan ini tidak diindahkan dalam waktu yang tidak lama wartawan akan kembali dengan massa yang lebih besar dan melakukan aksi lanjutan hingga aspirasi kami dipenuhi.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Nisel Amsarno Sarumaha yang menerima para wartawan mengatakan akan menyampaikan kepada Bupati apa yang menjadi tuntutan para wartawan, ia berjanji akan menyampaikan hasil keputusan dari pimpinannya.
"Saya akan secepatnya menyampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati, kemudian akan membahas apa yang menjadi tuntutan rekan-rekan wartawan. Nanti hasilnya akan kami sampaikan secepatnya kepada kawan -kawan," ucap Amsarno Sarumaha. (Nihaenilai Fau)
