MEDIASELEKTIF.COM - AMPI Rescue Corps (ARC) DPD AMPI Kabupaten Asahan bekerja sama dengan HIPGABI (Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, yang diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari anggota AMPI dan tenaga perawat di Kabupaten Asahan.
Kegiatan tersebut dibuka Ketua ARC DPD AMPI Kabupaten Asahan, Agung Gumelar di kantor DPD Partai Golkar Asahan, Sabtu (29/8/2026) dan dihadiri Ketua DPRD Asahan Edi Irwansyah Pane serta Ketua DPD AMPI Kabupaten Asahan Dodi Sayendra didampingi Ketua Harian DPD AMPI Asahan, Edy Syahputra Lubis, M.HKes., dan Sekretaris DPD AMPI Asahan, Bambang Hermanto, S.Pd.
"Organisasi ini baru terbentuk selama tiga minggu dan kegiatan ini merupakan program kerja pertama AMPI Rescue Corps , "kata Ketua ARC Asahan Agung Gumelar.
Agung Gumelar juga mengatakan bahwa AMPI Rescue Corps berfokus pada kerja profesional dalam penanganan menghadapi situasi darurat medis seperti di ruangan IGD maupun ambulans dan daerah bencana.
"AMPI Rescue Corps ini nantinya akan mendapat pelatihan profesional untuk penanganan tindakan medis yang cepat, tepat dalam situasi gawat darurat maupun dalam situasi bencana, "jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah HIPGABI Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Syukri Tanjung, S.Kep., M.Kep., hadir mewakili lembaga mitra menyampaikan bahwa Kabupaten Asahan merupakan daerah pertama yang membentuk AMPI Rescue Corps (ARC) sekaligus langsung menyelenggarakan kegiatan pelatihan bekerja sama dengan HIPGABI Provinsi Sumatera Utara.
"Saya mendukung penuh kerja sama ini dan berharap kerja sama ini dapat berkelanjutan serta diperluas ke daerah lain, "pintanya.
Ditempat yang sama, Ketua DPD AMPI Kabupaten Asahan, Dodi Sayendra, S.H., mengapresiasi terselenggaranya pelatihan AMPI Rescue Corps dan berharap kemampuan yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan di masyarakat.
Selain itu, Dodi Sayendra juga meminta AMPI Rescue Corps bekerja sama dengan Patroli Keamanan Sekolah untuk mensukseskan program pemerintah pusat mewujudkan Generasi Emas 2045.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama satu hari penuh dan peserta dibekali teori maupun praktik langsung mengenai penanganan korban bencana, teknik penekanan dada, pemeriksaan denyut nadi, teknik mengguncang tubuh, serta prosedur pengangkatan dan pemindahan korban menggunakan tandu sesuai peralatan yang tersedia. (SRT/MSC)
