SMAN-7 Medan Persiapkan Kegiatan AKM 2021

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Merdeka belajar merupakan kebijakan besar dalam rangka mewujudkan transformasi pengelolaan pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan menghapus Ujian Nasional (UN) diganti Asesmen Kompetensi. Asesmen nasional sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

Diterapkannya kebijakan ini merupakan penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan dan peningkatan sistem evaluasi pendidikan. Tujuan utamanya mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

“AKM merupakan kompetensi yang benar-benar minimum, di mana melalui AKM kita bisa memetakan sekolah berdasarkan kompetensi minimum yang harus dipersiapkan,” ujar Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 7 Medan Drs H Masri Lubis MSi ketika dihubungi, Sabtu (21/8/2021).

Menurutnya, AKM ini pengganti UN yang fungsinya sama sebagai pemetaan sekolah dalam program Merdeka Belajar.

Dikatakannya, dalam waktu dekat ini sekolahnya akan menggelar simulasi AKM yang akan dilaksanakan dalam dua gelombang di mana gelombang I pada Rabu (25/8) sampai Sabtu (28/8) dan gelombang II Senin (30/8) sampai Kamis (2/9/2021).

Dikatakannya, Kompetensi minimun merupakan kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar, apapun materinya dan apapun mata pelajarannya. Sehingga materi AKM ada dua yaitu terkait literasi atau baca tulis, serta literasi numerasi.

Literasi yang dimaksudkan di sini bukan sekedar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Serta menekankan literasi dan numerasi bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid agar dapat menggunakan konsep literasi ini untuk menganalisa sebuah materi.

”AKM terdiri dari soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa, kemampuan bernalar menggunakan numerasi, dan penguatan pendidikan karakter. Dan AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi yang saya jelaskan tadi,” paparnya.

Kedua aspek kompetensi minimun ini, lanjutnya, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat. Terlepas dari bidang kerja dan karir yang ingin mereka tekuni di kemudian hari.

Namun demikian, ia juga mengaku pihaknya fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti dari pentingnya mata pelajaran. Karena justru dengan literasi dan numerasi ini membantu murid-murid untuk mempelajari bidang ilmu lain, terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bentuk angka atau kuantitatif.

Lebih lanjut disampaikannya, untuk mempersiapkan simulasi AKM, operator sekolah tengah melakukan instal komputer guna mengejar kegiatatan simulasi Rabu mendatang.

"Kegiatan AKM ini nantinya akan diikuti 45 siswa kelas XI sebagai sampel pemetaan sekolah," paparnya sembari menyatakan AKM ini berlangsung secara nasional pada 6-9 September 2021 mendatang. Sebelumnya AKM 2020 ini sempat ditunda akibat masih maraknya Covid-19.

Adapun mata pelajaran yang diujikan, ungkapnya, PPKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA.

Terkait pembelajaran tatap muka, ia juga menyampaikan, Kamis (19/8) ia mengikuti sosialisasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut dengan Satgas Covid-19 Provsu di salah satu SMKN di Medan.

Dalam pertemuan itu, ungkapnya disampaikan jika daerah Level 4 atau zona merah masih pembelajaran daring. Belum bisa menggelar PTM. Salah satunya yakni Medan dan Pematang Siantar.

"Daerah yang sudah masuk level 3 ke bawah sudah mulai dilaksanakan PTM terbatas," ungkapnya sembari menyampaikan untuk Level 3 sudah bisa dilaksanakan PTM terbatas dengan 25 persen siswa dan daerah level 1 dan II sudah bisa dilaksanakan PTM terbatas  dengan jumlah 50 persen.

"Karenanya kita berharap Kota Medan tidak lagi daerah PPKM Level 4 atau tidak lagi zona merah, sehingga bisa segera melaksanakan PTM terbatas," paparnya sembari menyampaikan sekolahnya sudah sangat siap jika dilaksanakan PTM. Pihaknya sudah mempersiapkan infrastruktur sekolah sesuai protokol kesehatan bahkan guru-guru sudah divaksin. (Ir/MSC)

Share:
Komentar

Berita Terkini