Aktivitas Tambang Pasir Ramai di Sungai Sei Piasa dan Sei Silau, Pemkab Asahan Diminta Bentuk Tim Satgas Galian C

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM  - Aktivitas penambangan Galian C (seperti pasir) di aliran sungai Sei Silau dan Sei Piasa menimbulkan dampak kerusakan lingkungan, infrastruktur dan sosial masyarakat.

Aktivitas Galian C tersebut yang beroperasi disepanjang sungai Sei Silau sudah sangat meresahkan, hal itu diperparah dengan adanya alat mesin berat di Galian C yang berlokasi di Desa Tinggi Raja.

Amatan dilokasi, Kamis (29/10/2026) sampan bermesin Cold Diesel dengan pompa sedot pasir (sand suction pump) digunakan dilapangan untuk pengerukan (dredging) pasir dari dasar sungai.

Akibat aktivitas Galian C tersebut. Pencemaran dan kekeruhan air terlihat disepanjang sungai Sei Silau, sehingga air tampak keruh pekat dan tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari - hari.

Selain pencemaran. Kerusakan ekosistem dan habitat disepanjang sungai Sei Silau sangat memprihatinkan, sehingga kelangsungan hidup biota air terancam punah.

"Kami melihat ada indikasi pembiaran. Kerusakan lingkungan dan infrastruktur jalan akibat kendaraan berat pengangkut material sangat meresahkan warga. 

Seharusnya ini bisa dicegah jika pengawasan berjalan optimal, "kata Ketua Barisan Muda Karya Peduli Bangsa, Rija Nurmansyah Tanjung, Jumat (30/10/2026).

Rija Nurmansyah Tanjung juga menjelaskan bahwa eksploitasi yang tidak terkendali ini berpotensi menimbulkan bencana ekologis, terutama kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Selain bencana ekologis. Potensi hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan akan berpengaruh menjadi kerugian negara maupun kerugian bagi kabupaten Asahan, "jelasnya.

Rija Nurmansyah Tanjung juga mendesak Pemkab Asahan segera membentuk tim pengawas dan penertiban Galian C Terpadu dengan melibatkan unsur Kejaksaan, TNI - Polri, Insan Pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat maupun tokoh masyarakat sebagai kontrol sosial.

"Jika pemkab Asahan serius menangani aktivitas Galian C, makan kerusakan biota air dan lingkungan tidak akan terjadi, "ungkapnya. (SRT/MSC)

Share:


Komentar

Berita Terkini