MEDIASELEKTIF.COM — Menteri Perdagangan Budi Santoso hari ini, Kamis, (15/10) menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Perdagangan dan PT Nestlé Indonesia.
MoU tersebut ditandatangani Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, dan Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, sebagai salah satu rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Hall 10 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Mendag Busan mengapresiasi kontribusi PT Nestlé Indonesia dalam mengembangkan produk lokal berstandar internasional. “Terima kasih karena kehadiran Nestlé Indonesia telah membantu produk-produk lokal kita untuk berkembang dan mampu memenuhi standar internasional. Investasi yang sudah berjalan lebih dari 50 tahun ini sangat membantu UMKM, peternak, dan para petani kopi kita,” kata Mendag Busan.
MoU yang ditandatangani hari ini bertujuan untuk mendorong ekspor produk-produk pertanian Indonesia dari sisi hulu melalui peningkatan kapasitas dan produktivitas petani. Selain itu, telah terjalin sinergi ekspor dengan memanfaatkan jaringan pasar global milik Nestlé. Nestlé Indonesia berkomitmen untuk mengakomodasi ekspor produk jadi dan bahan baku kopi asal Indonesia hingga USD 600 juta atau lebih dari Rp10 triliun dalam tiga tahun ke depan.
Peningkatan daya saing dari sisi hulu pun sejalan dengan program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang dijalankan Kemendag. Saat ini, program tersebut telah menjangkau 2.616 desa. Sebanyak 787 desa telah terpantau siap ekspor, termasuk di dalamnya, yaitu 78 desa penghasil kopi. Melalui pemanfaatan jejaring global Nestlé, para petani dan pelaku usaha di desa berpeluang lebih besar untuk terhubung dengan rantai pasok dunia.
Mendag Busan menjelaskan, Kemendag konsisten memanfaatkan jejaring perwakilan perdagangan di luar negeri untuk mendorong ekspor. Di dalamnya, terdapat jaringan atase perdagangan RI dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara.
Ia bercerita, sebelum pelaku usaha mengikuti pameran seperti Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, perwakilan perdagangan RI dapat terlebih dahulu memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) dengan calon pembeli potensial di luar negeri. Eksportir dan buyer kemudian dapat bertemu langsung di TEI untuk menandatangani MoU.
Terkait hari kedua TEI ke-41 pada Kamis, (15/10), Mendag Busan bercerita, hari ini ia menyaksikan penandatanganan 10 MoU hasil kolaborasi UMKM binaan Astra dan Kemendag di TEI ke-41. Ke-10 MoU tersebut memiliki total nilai transaksi mencapai Rp69 miliar dengan mitra dari berbagai negara. “Saya telah berkeliling ke sejumlah stan peserta pameran dan melihat banyak potensi mendapatkan buyer. Kami berharap, akan semakin banyak MoU yang ditandatangani,” ujar Mendag Busan.
Lebih lanjut, Mendag Busan menegaskan pentingnya memenuhi standar lingkungan dan keberlanjutan yang kini menjadi persyaratan perdagangan internasional. Salah satunya adalah European Union Deforestation Regulation (EUDR). Regulasi ini mendorong pelaku usaha untuk memperkuat ketertelusuran komoditas dan memastikan produk yang diperdagangkan memenuhi persyaratan pasar global. Ia optimistis MoU dengan PT Nestlé Indonesia dapat membuka peluang ekspor melalui pemenuhan standar keberlanjutan.
Setelah menyaksikan penandatanganan MoU antara Kemendag dan Nestlé Indonesia, Mendag Busan di hari yang sama melepas ekspor produk kopi olahan Nestlé Indonesia ke Melbourne, Australia, yang merupakan salah satu langkah konkret penandatangan MoU dan dalam rangka memanfaatkan jejaring pasar global Nestlé.
Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, menyampaikan, penandatanganan MoU dengan Kemendag yang ditindaklanjuti dengan pelepasan ekspor kopi olahan ke Australia mencerminkan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia.
“Kami percaya Indonesia memiliki potensi besar untuk semakin berperan dalam rantai pasok global, didukung oleh kapabilitas manufaktur, kualitas produk, dan daya saing yang kuat. Melalui kolaborasi dengan Kemendag, kami berharap dapat terus memperluas jangkauan produk buatan Indonesia ke pasar internasional sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Georgios.
Tentang PT. Debindomulti Adhiswasti
Menyelenggarakan pameran adalah bisnis inti DEBINDO sejak 1987, di mana setiap acaranya selalu diperkuat dengan berbagai kegiatan paralel di lokasi berupa Meeting, Incentive, Conference, dan Exhibition (MICE). Dengan portofolio event yang luas dan solid selama lebih dari tiga dekade, DEBINDO menjadi mitra pilihan bagi lembaga publik maupun perusahaan swasta dalam menyelenggarakan acara. Merek-merek pameran unggulan DEBINDO tidak tertandingi dan sukses, baik di Indonesia maupun di berbagai penjuru dunia.
Hingga saat ini, DEBINDO telah mengembangkan dan mengelola jaringan yang luas dengan 5 kantor cabang dan kantor perwakilan regional. Selain itu, dengan tim yang terdiri dari 200 staf profesional yang berdedikasi dan penuh semangat, DEBINDO siap memberikan layanan profesional terbaiknya selama bertahun-tahun ke depan.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
