-->

Antonius Tumanggor Minta Panti Pijat di Sei Agul Ditutup

Editor: mediaselektif.com author photo

MEDIASELEKTIF.COM - Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor  minta Tim Penertiban Usaha Pariwisata Pemko Medan dan aparat keamanan tutup 

panti pijat yang cukup meresahkan warga sekitar di Kelurahan Sei Agul,Medan Barat.

Sikap itu berkaitan dengan semakin maraknya usaha panti pijat yang disinyalir belum memiliki izin usaha pariwisata di Jalan Dairi, Jalan T. Amir Hamzah dan Jalan Karya Rakyat.Kehadiran panti pijat  yang seolah-olah 'dibiarkan' leluasa oleh aparat Kepling,kelurahan maupun kecamatan ini cukup menyeramkan mengingat lokasinya berada di lintasan warga.

"Sudah banyak warga yang mengeluhkan panti pijat di Sei Agul ini sebab belum pernah tersentuh aparat kelurahan, kecamatan, Satpol PP dan Dinas Pariwisata," ujar Antonius Tumanggor, Kamis (24/12/2020).

Panti pijat berdalih kusuk tradisional itu disebut-sebut mempekerjakan tukang pijat wanita yang cukup aduhai yang terkadang tanpa sungkan menawarkan jasa bagi orang yang sedang melintas di areal lokasi tersebut. 

"Bang, singgah bang pijat..."Suasana yang 'menggelikan' itu membuat kaum ibu resah, tutur salah seorang warga yang melintas di kawasan tersebut.

Anehnya lagi, lampu jalan di sekitar lokasi panti selalu gelap dan lampunya padam pada hal Dinas Kebersihan dan Pertamanan justru memasang panel di lokasi tersebut.

Suasana gelap makin memuluskan para pria yang akan menikmati jasa kusuk di panti pijat tersebut padahal lokasinya berdekatan dengan rumah warga.

Melihat kondisi ini, Antonius Tumanggor mendesak Dinas Kebersihan dan Pertamanan segera memindahkan panel listrik lampu jalan tersebut ke lokasi yang lebih aman sehingga bebas dari tangan jahil yang selalu memutus kabel listrik.

Antonius merasa heran kenapa aparat Kepling, lurah dan camat diam seribu bahasa dengan kehadiran panti pijat tersebut. Kalau mereka merasa tidak mampu mengambil tindakan, sebaiknya mundur saja dari jabatannya, tandas Antonius lagi

Hal lain yang menjadi sorotan Antonius Tumanggor adalah dari segi kenyamanan dan keamanan warga sekitar dengan kehadiran para tamu panti pijat sebab beberapa waktu lalu sudah pernah terjadi tindakan  kriminal yang sampai saat ini belum terungkap siapa pelakunya.

Sementara itu, menjelang akhir tahun dan suasana pandemi Covid-19 ini, Tim Penertiban Usaha Pariwisata yang dikomandoi Satpol PP sedang giatnya melakukan penertiban di lapangan namun tidak pernah bertindak di kawasan Sei Agul Medan Barat.

Untuk itu, anggota dewan dari Dapil 1 ini kembali minta segera diambil tindakan tegas berupa penutupan panti pijat tersebut karena selain meresahkan warga juga beroperasi ditengah pandemi Covid-19. (Moe/MSC)

Share:
Komentar

Berita Terkini