-->

Bobby Nasution Soal Takbiran dan Shalat Idul Fitri : Cukup di Masjid Kita

Editor: mediaselektif.com author photo


 MEDIASELEKTIF - Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menganjurkan kepada seluruh warga di Kota Medan pada perayaan Idul Fitri atau lebaran tahun 1442 Hijriah agar melakukan kegiatan sejak malam takbiran hingga sholat Idul Fitri cukup di masjid.

"Di Kota Medan ada 1.115 masjid. Mungkin kegiatan takbiran cukup di masjid-masjid kita. Karena Dishub (Dinas Perhubungan) kita pada malam takbiran akan menutup 32 titip persimpangan yang menuju pusat Kota Medan, untuk mengurangi masyarakat dari Binjai dan Deliserdang masuk ke Kota Medan," kata Bobby, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jumat (30/4/2021).

Demikian halnya untuk pelaksanaan Salat Id Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Bobby menambahkan, masyarakat juga dapat melakukannya di masjid-masjid sekitar tempat tinggal masing-masing.

Sebab pada tahun ini, sesuai arahan Gubernur Sumut, kegiatan Salat Id di Lapangan Merdeka juga akan ditiadakan. Hal itu dilakukan, lantaran pandemi covid-19 masih melanda Sumut, khususnya Kota Medan.

"Salat Id di Lapangan Merdeka ditiadakan. Agar tidak terjadi keramaian. Dan melaksanakan Salat Id di masjid lingkungannya masing-masing," imbaunya.

Hal tersebut dilakukan Bobby  sebagai persiapan jelang lebaran 1442 hijriah, demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 di ibukota Sumut itu.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyatakan bahwa khusus kawasan Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo pada waktu larangan mudik 6-17 Mei 2021 mendatang tidak ikut dilakukan penyekatan.

Namun, Edy meminta masyarakat agar berlebaran di rumah masing-masing. Ia mengimbau masyarakat tidak mendatangi tempat-tempat wisata yang bisa menimbulkan kerumuman orang.

Bila terjadi kerumuman di tempat-tempat wisata, Edy mengaku personel gabungan akan dengan tegas menutup lokasi tersebut. Ia tidak ingin libur lebaran membuat kasus covid-19 di Sumut meningkat.

"Ada kegiatan-kegiatan yangbdiatur bupati dan wali kota yang daerahnya merupakan tempat wisata. Melakukan protokol kesehatan secara ketat. Pembatasan orang-orang yang datang ke tempat wisata tersebut. Kalau tidak bisa dilakukan, dia akan ditutup dan dibubarkan," tegas Edy.(Cok/MSC)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini